aljazeera.net – Ibu kota dan kota di seluruh dunia menyaksikan demonstrasi solidaritas terhadap Palestina. Para demonstran mengutuk genosida di Jalur Gaza dan menuntut segera masuknya bantuan kemanusiaan setelah tercapainya kesepakatan gencatan senjata.
Kelompok Palestine Action di Australia melaporkan bahwa hari ini, Ahad, 12 Oktober, berlangsung demonstrasi di 27 kota besar dan kecil untuk mendukung rakyat Palestina, dengan demonstrasi terkonsentrasi di kota Sydney, Melbourne, dan Brisbane, menuntut sanksi terhadap Israel atas pembantaian yang dilakukannya di Gaza. Para demonstran juga menuntut agar pemerintah Australia menghentikan segala bentuk kerja sama dengan Israel dan menghentikan ekspor senjata ke negara tersebut.
Di Jakarta Pusat, Indonesia, ribuan warga berkumpul merayakan gencatan senjata di Gaza. Para demonstran menegaskan kembali penolakan mereka terhadap segala upaya normalisasi politik, komersial, maupun olahraga dengan Israel. Mereka juga menyatakan penolakan mereka terhadap agresi oleh tentara Israel terhadap penduduk Tepi Barat.
Di Seoul, ibu kota Korea Selatan, para demonstran berkumpul dalam rangka solidaritas dengan warga Palestina di Jalur Gaza. Mereka menuntut segera masuknya bantuan kemanusiaan ke wilayah yang dilanda bencana tersebut.
Di London, demonstrasi besar-besaran terjadi untuk mendukung Gaza dan menuntut diakhirinya penjualan senjata ke Israel serta pendudukan wilayah Palestina. Penyelenggara demonstrasi mengatakan bahwa sekitar setengah juta demonstran berpartisipasi dalam demonstrasi tersebut. Mereka menyusuri jalan-jalan London menuju kantor pusat pemerintahan di Downing Street.
Para demonstran mengibarkan bendera dan spanduk Palestina yang mengecam pembantaian Israel terhadap rakyat Palestina, menekankan perlunya keadilan berdasarkan hukum internasional untuk mencapai solusi permanen atas masalah ini. Mereka mendesak pemerintah Inggris untuk segera bertindak mengakhiri genosida, pendudukan, dan apartheid yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina.
Di Berlin, ibu kota Jerman, ribuan orang turun ke jalan untuk menunjukkan solidaritas mereka kepada Palestina dan menuntut langkah-langkah praktis guna memastikan perdamaian. Mereka berbaris dari Gerbang Brandenburg di pusat kota Berlin menuju pusat kota, menuntut pemerintah Jerman menghentikan pengiriman senjata ke Israel dan mengecam tekanan serta pelecehan yang dilakukan terhadap para pendukung Palestina di negara tersebut.
Di Paris, ibu kota Prancis, demonstrasi berlangsung demonstrasi untuk mendukung gencatan senjata di Gaza. Para aktivis dan tenaga kesehatan Prancis, beberapa di antaranya bekerja di rumah sakit Gaza selama perang, turut serta dalam demonstrasi tersebut. Mereka menuntut pembebasan tim medis dari penjara-penjara Israel, yang dipimpin oleh Dr. Hussam Abu Safia. Mereka juga menuntut penetapan gencatan senjata, pencabutan blokade, dan masuknya bantuan kemanusiaan dan medis ke Jalur Gaza.
Demonstrasi juga berlangsung di kota Milan, Italia, sebagai bentuk solidaritas kepada Gaza. Para demonstran meneriakkan slogan-slogan yang mengecam perang Israel di Jalur Gaza dan hilangnya nyawa serta infrastruktur yang ditimbulkannya. Mereka menyerukan kepada masyarakat internasional dan pemerintah-pemerintah di Barat untuk melakukan segala upaya guna mencapai perdamaian di Gaza dan membangun kembali Jalur Gaza.
Para demonstran di ibu kota Norwegia, Oslo, juga menuntut penutupan kedutaan besar Israel di negara mereka dan pemutusan hubungan dengan Israel.
Di Belanda, Yayasan Tanam Pohon Zaitun di Maastricht menyelenggarakan upacara peringatan bagi para korban agresi Israel di Gaza, untuk mengenang anak-anak dan jurnalis Palestina yang tewas akibat serangan keji Israel. Para relawan juga membagikan selebaran informasi yang menjelaskan situasi di Gaza.
Demonstrasi juga berlangsung di ibu kota Swedia, Stockholm, untuk mengecam serangan militer Israel. Para demonstran membawa spanduk bertuliskan “Blokade penuh terhadap Israel demi Palestina yang merdeka” sebelum berbaris menuju Parlemen.[RG]
Tinggalkan Komentar