Info Sekolah
Kamis, 16 Apr 2026
  • Pesantren Terpadu Al-Fattah Kuningan
  • Pesantren Terpadu Al-Fattah Kuningan
6 November 2025

Prestasi Cerah Santri Program Tahfizh SDIT Al-Fattah

Kam, 6 November 2025 Dibaca 63x Berita

SDIT Al-Fattah adalah sebuah lembaga pendidikan dasar di bawah naungan Pesantren Terpadu Al-Fattah Kuningan yang mengintegrasikan kurikulum nasional (merdeka), kurikulum internasional, dengan pendidikan agama Islam secara terpadu. Misi utamanya adalah membentuk santri yang cerdas secara akademik dan kuat secara karakter serta spiritual, dengan penekanan pada nilai-nilai Islam dalam setiap aspek pembelajaran.

Berbagai program telah dicanangkan untuk mencapai tujuan tersebut, di antaranya adalah Program Tahfizh. Program ini merupakan salah satu program unggulan di SDIT Al-Fattah untuk menanamkan kecintaan kepada Al-Qur’an dan membiasakan para santri menghafalnya. Tujuannya adalah agar para santri tamatan SDIT Al-Fattah memiliki hafalan Al-Qur’an yang baik, seperti target 3 juz (juz 29, 30, dan 1) atau juz 30 dan surat-surat pilihan.

Pelaksanaan program ini meliputi kegiatan rutin seperti menghafal dan mengulang (muraja’ah), serta menggunakan metode yang disesuaikan untuk membuat prosesnya lebih mudah, efektif, dan efisien.

Sejak berdirinya pesantren hingga kini, prestasi para santri Program Tahfizh SDIT Al-Fattah benar-benar patut pendapatkan apresiasi yang tinggi. Mereka aktif mengikuti berbagai kompetisi dan sering meraih gelar kejuaraan di bidang Al-Qur’an, seperti juara 1, 2, atau 3 dalam kompetisi tahfizh, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), dan lomba-lomba terkait Al-Qur’an lainnya, di berbagai tingkatan.

Selain itu, prestasi para santri ditunjukkan melalui pencapaian hafalan Al-Qur’an, seperti berhasil menghafal 11 bahkan 30 juz. Di antara mereka bahkan ada yang pernah menjadi peserta dalam Program Hafiz RCTI di bulan Ramadhan, yaitu M. Aksar Fizar Dzikri. Meski baru kelas 2 di SDIT Al-Fattah, tetapi ia sudah menghafal 11 juz dari Al-Qur’an. Tidak hanya itu, para juga punya banyak prestasi di bidang lain, seperti bahasa Arab, bahasa Inggris, kaligrafi, dan kepramukaan.

Ditemui di kediamannya, Kamis (16/11), Ust. Fikri Ahmad Baihaqi, S.Q., Koordinator Tahfidz Pesantren Terpadu Al-Fattah, mengatakan, “Program Tahfizh ini bisa dibilang sebagai salah satu program unggulan SDIT Al-Fattah. Melalui program ini kami mendorong para santri untuk mencapai prestasi sejauh yang bisa mereka mencapai dengan mengikutsertakan mereka dalam lomba-lomba tahfizh di berbagai tingkatan (kabupaten, provinsi, nasional, bahkan internasional.”

Ust. Fikri menambahkan, untuk menguatkan bacaan dan tahsin para santri, Pesantren Terpadu Al-Fattah menggunakan metode Yanbu’a, sebuah metode baca tulis dan menghafal Al-Qur’an yang dikembangkan oleh Pondok Pesantren Tahfidh Yanbu’ul Qur’an Kudus. Metode ini menggunakan sistematisasi dari 7 jilid buku, mengutamakan penerapan makhorijul huruf (cara pengucapan huruf), dan menggunakan Rasm Utsmani sebagai dasarnya. Dengan metode ini para santri bisa membaca Al-Qur’an dengan cepat, tepat, lancar, dan benar sesuai kaidah tajwid.

“Pesantren Terpadu Al-Fattah adalah pusat Yanbu’a cabang Kuningan. Di sini juga ada LMY (Lembaga Muroqobah Yanbu’a), sebuah lembaga yang fungsi utamanya adalah pengawasan dan pengendalian dalam penerapan metode pembelajaran Al-Qur’an Yanbu’a. Keberadaan lembaga ini membuat bacaan dan hafalan Al-Qur’an para santri terjaga dan terpelihara dengan sangat baik di bawah bimbingan dan pengawasan para guru ahli,” ujar Ust. Fikri.

Semua upaya ini memberikan jaminan peningkatan prestasi para santri SDIT Al-Fattah di masa-masa mendatang. Tenaga, pikiran, doa dan harapan para guru seluruhnya tercurah untuk para santri yang hingga kini masih berjuang menuntut ilmu di pesantren.[RG]

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar