Oleh: Syifa Hudayati, S.Pd.I., Guru Tahfizh SDIT Al-Fattah Kuningan
Pernahkah ada yang bertanya, bagaimana para santri SDIT Al-Fattah Kuningan bisa memiliki hafalan Al-Qur’an yang kuat dan stabil? Jawabannya terletak pada sebuah pembiasaan sederhana namun berdampak besar: laporan muroja’ah harian kepada ustadz/ustadzah guru Tahfizh!
Di SDIT Al-Fattah, program Tahfizh Al-Qur’an bukan hanya sekadar menghafal, tetapi juga menjaga hafalan agar tetap melekat di hati dan pikiran. Setelah setiap sesi muroja’ah (mengulang hafalan), para santri tidak hanya selesai begitu saja. Mereka memiliki tanggungjawab untuk melaporkan hasil muroja’ah mereka kepada guru Tahfizh.
Laporan ini berisi detail tentang jumlah ayat atau surat yang berhasil dimuroja’ah, serta tantangan atau kesulitan yang mungkin dihadapi selama proses tersebut. Dari sinilah, peran para guru Tahfizh menjadi sangat penting. Mereka tidak hanya mendengarkan laporan, tetapi juga memberikan bimbingan, motivasi, dan solusi atas kendala yang dihadapi santri.
Apa Manfaatnya Bagi Santri?
Dengan pembiasaan laporan muroja’ah harian ini, SDIT Al-Fattah Kuningan berhasil menciptakan lingkungan belajar ideal bagi para santri untuk tumbuh menjadi generasi Qur’ani yang tidak hanya hafal Al-Qur’an, tetapi juga memahami dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Manfaat muroja’ah sendiri meliputi penguatan ingatan dan hafalan, peningkatan kelancaran bacaan, serta kemampuan mendeteksi dan memperbaiki kesalahan. Secara spiritual, muroja’ah mendekatkan diri kepada Allah Swt. dan memperdalam pemahaman makna Al-Qur’an, yang pada gilirannya meningkatkan kualitas ibadah. Selain itu, muroja’ah juga dapat meningkatkan konsentrasi dan daya ingat secara umum.
Yuk, dukung terus program Tahfizh Al-Qur’an di SDIT Al-Fattah Kuningan! Bersama, kita wujudkan generasi Qur’ani yang gemilang![SH]
Tinggalkan Komentar