Info Sekolah
Senin, 06 Apr 2026
  • Pesantren Terpadu Al-Fattah Kuningan
  • Pesantren Terpadu Al-Fattah Kuningan
6 April 2026

Imtihan Niha’iy, Kepala SDIT Al-Fattah: Ujian Ini Adalah Bagian dari Upaya Meraih Mimpi

Sen, 6 April 2026 Dibaca 5x Berita

KUNINGAN – Senin (06/04/26), SDIT Al-Fattah Kuningan melaksanakan Pembukaan Imtihan Niha’iy (Ujian Akhir) bagi santri putra dan putri kelas 6. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala SDIT, Ust. Masyhudi, S.Pd. di Madinah Building Pondok Pesantren Terpadu Al-Fattah Kuningan.

Ujian kali ini diikuti oleh 32 peserta, dengan rincian; 22 santri putra dan 10 santri putri. Diawali dengan Ujian Tahfizh, yang berlangsung dari hari ini, hingga Jum’at (10/04). Selanjutnya TKA (Tes Kemampuan Akademik) dari Rabu (22/04) hingga Kamis (23/04). Lalu Ujian Praktik dari Senin (27/04) hingga Kamis (30/04). Dan kemudian ASAJ (Asesmen Sumatif Akhir Jenjang) dari Senin (18/05) hingga Sabtu (23/05).

Ust. Masyhudi dalam sambutannya mengingatkan agar para santri peserta Imtihan Niha’iy meningkatkan kualitas ibadah dan belajar. Harapannya, mereka bisa menyeimbangkan antara usaha dan doa.

Ia berpesan agar para santri tidak meremehkan ujian ini. “Jika kalian punya mimpi, maka ujian ini menjadi kesempatan besar sebagai salah satu usaha untuk meraihnya,” ujar ustadz yang saat ini berdomisili di Cilimus.

Tidak lupa ia juga menekankan pentingnya bersyukur. Menurutnya, mengikuti Imtihan Niha’iy menandakan bahwa para kelas 6 telah berada di fase terakhir mereka menimba ilmu di Al-Fattah, yang berarti pula bahwa sampainya mereka di tahap ini menunjukkan mereka telah sangat berpengalaman menghadapi ujian.

“Jelas, sampainya kalian di tahap ini adalah karunia yang sangat besar dari Allah. Oleh karena itu, jangan pernah putus untuk bersyukur. Sebab dengan bersyukur, apapun tantangan yang akan kalian hadapi ke depan, termasuk ujian, akan mampu kalian jalani dengan baik di bawah perlindungan dan pertolongan Allah Saw.,” tegasnya.

Mengakhiri sambutannya, Ust. Masyhudi mengingatkan peserta ujian untuk tidak melupakan kaidah “al-imtihanu lit-ta’allum” (ujian untuk belajar).

“Untuk santri kelas 6, kalian harus belajar dari kaidah dan filosofi ini; bedakan antara alat dan tujuan. Ingatlah, ujian itu hanya alat, dan belajar adalah tujuan. Jangan pernah putus belajar setelah ujian,” pungkasnya.[]

Artikel Lainnya

Oleh : Roland Gunawan

Perempuan Kurang Akal dan Agama

Oleh : Roland Gunawan

Warna-warni Kebahagiaan

Oleh : Roland Gunawan

Surah Yasin

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar