Info Sekolah
Sabtu, 04 Apr 2026
  • Pesantren Terpadu Al-Fattah Kuningan
  • Pesantren Terpadu Al-Fattah Kuningan
11 Maret 2026

Keutamaan Sepuluh Hari Terakhir Ramadhan

Rab, 11 Maret 2026 Dibaca 25x Hikmah

Oleh: Ust. Irvan Ahmad Fauzi, S.Sos., Guru Madrasah Diniyah Lailiyah (MDL) Al-Fattah Kuningan



Al-‘Asyr al-Awakhir atau sepuluh hari/malam terakhir Ramadhan dimulai pada malam ke-21 bulan Ramadhan dan berakhir pada akhir Ramadhan, baik Ramadhan berakhir 29 hari maupun 30 hari. Jika Ramadhan berakhir tanggal 29, maka sepuluh malam terakhirnya adalah sembilan malam.


Keutamaan dan Signifikansinya

Sepuluh malam terakhir Ramadhan memiliki keutamaan unik yang membedakannya dari malam-malam lain dalam setahun. Ini adalah malam-malam yang dihabiskan oleh Rasulullah Saw. sepenuhnya untuk beribadah, dan di dalamnya terdapat Lailat al-Qadar yang “lebih baik daripada seribu bulan”.

Nabi Saw. mencurahkan perhatian dan ketekunan yang besar pada sepuluh hari/malam terakhir ini, menyibukkan diri dalam ibadah dan melakukan amal kebaikan lebih dari waktu-waktu lainnya.

Di dalam kitab Shahih al-Bukhari dan Muslim, diriwayatkan dari Aisyah ra. bahwa ia berkata: 


كَانَ النبي صلى الله عليه وسلم إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ، وَأَحْيَا لَيْلَهُ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ

Ketika memasuki sepuluh malam terakhir Ramadhan, Nabi Saw. mengencangkan ikat pinggangnya (yaitu, berupaya keras dalam beribadah), berjaga sepanjang malam, dan membangunkan keluarganya.”


Mengencangkan ikat pinggangnya” adalah metafora untuk menahan diri dari hubungan suami-istri, dan “berjaga sepanjang malam” berarti beliau menghabiskan seluruh malam untuk beribadah, termasuk shalat dan membaca al-Qur’an.

Dianjurkan bagi seorang Muslim untuk mewujudkan konsep ubudiyah kepada Allah Swt. dalam kehidupan publik dan pribadinya selama sepuluh hari terakhir ini, dengan fokus pada penyucian jiwa, perbaikan hati, dan peningkatan amal kebaikan.


Ibadah Selama Sepuluh Hari Terakhir

Sejumlah amal saleh dianjurkan bagi seorang Muslim selama sepuluh hari terakhir Ramadhan, yang terpenting di antaranya adalah:


1 – Mencari Lailatul Qadar (Malam Ketetapan)

Lailatul Qadar adalah malam terbesar dalam setahun, sebagaimana firman Allah Swt. bahwa malam itu “lebih baik daripada seribu bulan” (kurang lebih 84 tahun). Salah satu keutamaan besar dari sepuluh hari terakhir Ramadhan adalah karena malam mulia hadir di dalamnya.

Jika seorang mukmin diberkahi dengan kesempatan menyaksikan Lailatul Qadar sambil beribadah kepada Allah dengan ikhlas dan khusyuk, itu saja sudah lebih baik baginya daripada beribadah seumur hidup.


2 – I’tikaf di masjid

Ini adalah salah satu amalan paling mulia yang dianjurkan selama sepuluh hari terakhir Ramadhan. Diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad Saw. “biasanya melakukan i’tikaf [di masjid] selama sepuluh hari terakhir Ramadhan hingga Allah mewafatkannya“.


3 – Membaca al-Qur’an

Ramadhan adalah bulan al-Qur’an, dan seseorang hendaknya banyak membaca dan merenungkannya dengan khusyuk. Allah Swt. berfirman: 

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ

Bulan Ramadan adalah [bulan] yang di dalamnya diturunkan al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda [antara yang hak dan yang batil],” [Q.S. al-Baqarah: 185].

Oleh karena itu, seseorang hendaknya memanfaatkan waktunya, terutama sepuluh hari terakhir, dengan mendedikasikan diri untuk membaca, memahami, dan mengulangi pembacaan al-Qur’an. Nabi Muhammad Saw. biasa mengulang pembacaan al-Qur’an bersama Malaikat Jibril as. setiap hari di bulan Ramadhan.


4. Berinfak di jalan Allah

Dianjurkan untuk memberikan lebih banyak sedekah di bulan Ramadhan secara umum dan khususnya di sepuluh hari terakhirnya, tanpa berlebihan atau sombong, sebagaimana telah diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad Saw. adalah “orang yang paling dermawan dalam segala kebaikan. Dan kedermawanan beliau yang paling baik adalah saat bulan Ramadhan”.[]

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar