JAKARTA TIMUR – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh lembaga pendidikan Islam dari Jawa Barat. Alya Faiqoh, santriwati SDIT Al-Fattah Kuningan, berhasil meraih Juara 2 dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Piala Gubernur DKI Jakarta Tingkat Kecamatan Matraman, Jakarta Timur, yang diselenggarakan pada Sabtu, 4 Juli 2026.
Keberhasilan Alya ini menjadi bukti nyata dari komitmen SDIT Al-Fattah Kuningan dalam mencetak generasi Qur’ani yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual. Sebagai lembaga pendidikan Islam terpadu, SDIT Al-Fattah Kuningan menerapkan kurikulum yang memadukan pelajaran umum dan agama secara seimbang. Salah satu program unggulannya adalah Tahfidz al-Qur’an, yang dirancang khusus untuk membekali para santri dengan kemampuan menghafal dan melantunkan ayat suci al-Qur’an dengan tartil dan fasih sejak dini. Program ini bukan sekadar ekstrakurikuler, melainkan bagian integral dari pembentukan karakter dan identitas santri Al-Fattah.
Lomba yang bertempat di Balai Kecamatan Matraman, Jakarta Timur, ini diikuti oleh ratusan peserta dari seluruh sekolah dasar negeri maupun swasta (SD/MI) se-DKI Jakarta. Persaingan berlangsung sangat ketat mengingat tingkat kecamatan di Jakarta Timur merupakan salah satu basis pendidikan dengan kualitas siswa yang tinggi.
Suasana di lokasi lomba terasa khidmat sekaligus kompetitif. Para juri yang terdiri dari qari/qariah senior dan ahli tajwid menilai peserta dengan standar yang sangat ketat, mulai dari kelancaran hafalan, keindahan suara (lagu), hingga ketepatan penerapan hukum tajwid. Meski berada di lingkungan yang asing dan menghadapi lawan-lawan tangguh dari ibukota, Alya Faiqoh mampu menampilkan performa terbaiknya. Lantunan ayat suci yang keluar dari bibirnya terdengar merdu dan penuh penghayatan, berhasil memikat hati juri dan penonton yang hadir.
Pengasuh Pesantren Terpadu Al-Fattah Kuningan, Dr. K.H. Aang Asy’ari, Lc., M.Si., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas pencapaian tersebut. “Alhamdulillah, prestasi Alya Faiqoh adalah buah dari istiqomah santri dalam menghafal Al-Qur’an serta dukungan penuh dari orangtua dan guru pembimbing,” ujarnya.
Beliau menambahkan, “Prestasi di tingkat kecamatan Jakarta ini adalah kado indah bagi SDIT Al-Fattah Kuningan. Ini membuktikan bahwa santri kami mampu bersaing di level nasional, bahkan di jantung ibukota. Namun, bagi kami, juara hanyalah bonus. Tujuan utama kami tetaplah melahirkan generasi yang mencintai al-Qur’an, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi umat. Kami berharap prestasi ini dapat memotivasi santri-santri lainnya untuk terus bermunajat kepada Allah melalui al-Qur’an.”
Dengan raihan Juara 2 ini, nama SDIT Al-Fattah Kuningan semakin harum di kancah pendidikan Islam nasional. Keberhasilan Alya Faiqoh menjadi inspirasi bahwa pendidikan berbasis pesantren yang modern mampu menghasilkan lulusan yang kompeten dan berdaya saing global tanpa meninggalkan akar keislaman yang kuat.[RG]

Tinggalkan Komentar