Info Sekolah
Selasa, 25 Agu 2026
  • Pesantren Terpadu Al-Fattah Kuningan
  • Pesantren Terpadu Al-Fattah Kuningan
6 Juli 2026

Rancang Program Inovatif, Muker Pesantren Terpadu Al-Fattah Kuningan Resmi Ditutup di Pasir Gibug Brebes

Sen, 6 Juli 2026 Dibaca 39x Berita

BREBES – Rangkaian Musyawarah Kerja (Muker) tahunan Pesantren Terpadu Al-Fattah Kuningan resmi ditutup dengan khidmat pada Senin, 6 Juli 2026. Acara penutupan ini dilaksanakan di Ballroom Kawasan Wisata Pasir Gibug, Brebes, Jawa Tengah, menandai berakhirnya proses evaluasi dan perencanaan strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan di lingkungan pesantren.

Muker merupakan agenda wajib tahunan yang memegang peranan vital dalam siklus manajemen Pesantren Terpadu Al-Fattah Kuningan. Kegiatan yang berlangsung sejak 1-2 Juli di Madinah Building ini difokuskan untuk mengevaluasi secara komprehensif pelaksanaan program kerja tahun ajaran 2025/2026. Lebih jauh, forum ini menjadi wadah strategis bagi seluruh elemen pesantren untuk merancang, merumuskan, dan menyusun peta jalan (roadmap) program kerja tahun ajaran mendatang, dengan target utama peningkatan kualitas layanan pendidikan bagi para santri.

Dimulai pukul 20.00 WIB, acara penutupan Muker di Pasir Gibug diisi dengan sejumlah agenda penting. Setelah pembukaan, Pimpinan dan Pengasuh Pesantren Terpadu Al-Fattah Kuningan, Dr. K.H. Aang Asy’ari, Lc., M.Si., menyampaikan sambutan kunci yang menekankan pentingnya inovasi. Ia menegaskan bahwa dokumen program kerja yang telah disusun selama Muker tidak boleh hanya berhenti sebagai arsip administratif, melainkan diterapkan sehingga benar-benar memberikan dampak nyata dan peningkatan kualitas pendidikan bagi seluruh santri.

“Program kerja harus inovatif, terukur, dan sesuai dengan perkembangan zaman. Apapun yang kita rumuskan di sini, wajib diterjemahkan ke dalam aksi nyata secara konsisten di tahun ajaran baru. Kita harus memastikan ada peningkatan kualitas pendidikan yang terasa langsung oleh para santri,” tegasnya.

Pengasuh kembali mengingatkan bahwa Al-Fattah telah mengadopsi kurikulum internasional dengan biaya pendidikan paling murah dibanding lembaga-lembaga pendidikan lain yang menerapkan kurikulum serupa.

“Al-Fattah bukan satu-satunya lembaga pendidikan yang mengadopsi kurikulum internasional di Kuningan. Ada beberapa lembaga pendidikan elit yang menerapkan kurikulum serupa. Keungggulan Al-Fattah adalah biaya pendidikannya murah. Bahkan kurikulum yang diterapkan di Al-Fattah sama dengan Al-Azhar Indonesia, yang biaya masuknya puluhan juta,” jelasnya.

Inti dari acara penutupan adalah presentasi program kerja dari masing-masing unit lembaga pendidikan di bawah naungan Pesantren Terpadu Al-Fattah Kuningan. Tujuh unit utama memaparkan rencana strategis: TKIT Al-Fattah Ciawigebang, TKIT Al-Fattah Bilingual School, Madrasah Diniyah Lailiyah (MDL) Al-Fattah, Islamic Boarding School Al-Fattah, SDIT Al-Fattah, Koperasi Pesantren (Kopontren), dan Bagian Keuangan.

Setiap unit menyajikan program yang disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didiknya, namun tetap berorientasi pada visi besar pesantren untuk mencetak generasi Muslim yang berakhlak mulia dan berwawasan Qur’ani.

Puncak acara ditandai dengan penandatanganan dan pengesahan dokumen program kerja tahun ajaran 2026/2027. Momen ini menjadi simbol komitmen bersama seluruh pimpinan unit dan pengelola pesantren untuk melaksanakan amanah yang telah disepakati. Dengan disahkannya dokumen tersebut, Pesantren Terpadu Al-Fattah Kuningan siap melangkah memasuki tahun ajaran baru dengan arah yang jelas, terukur, dan penuh semangat pembaruan demi kemajuan pendidikan Islam yang berkelanjutan.[RG].

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar