Info Sekolah
Sabtu, 04 Apr 2026
  • Pesantren Terpadu Al-Fattah Kuningan
  • Pesantren Terpadu Al-Fattah Kuningan
20 Maret 2026

Wada’an, ya Ramadhan…

Jum, 20 Maret 2026 Dibaca 22x Hikmah

Bulan Ramadhan telah berakhir, hari-harinya telah berlalu, dan sudah sepatutnya kita berduka atas kepergiannya dan meneteskan air mata saat perpisahannya.

Bagaimana mungkin kita tidak berduka atas kepergiannya ketika kita tidak tahu apakah kita akan hidup untuk melihat bulan berikutnya? Bagaimana mungkin air mata kita tidak mengalir saat kepergiannya ketika kita tidak tahu apakah amal baik kita diterima selama bulan itu? Atau apakah kita semakin dekat dengan Tuhan kita? Bagaimana mungkin kita tidak berduka atasnya, bulan rahmat, penebusan dosa, dan pengampunan kesalahan?

Ramadhan berakhir setelah sebagian orang berbuat baik dan sebagian lainnya berbuat buruk. Ia berakhir sebagai saksi bagi kita atau saksi yang melawan kita—saksi bagi mereka yang tekun berpuasa, shalat, berdoa, dan melakukan amal kebaikan dan sedekah, dan saksi melawan mereka yang lalai, ceroboh, dan pelupa.

Ramadhan adalah pasar yang dibuka dan kemudian ditutup. Sebagian mendapat keuntungan, dan sebagian menderita kerugian. Berapa orang yang bersujud di dalamnya? Berapa banyak orang yang mengingat Allah? Berapa banyak orang yang bersyukur? Berapa banyak orang yang merendahkan diri di hadapan-Nya? Dan berapa banyak orang yang mengabaikan-Nya? Dan berapa banyak orang berdosa yang durhaka selama bulan itu?

Bulan puasa telah berlalu. Betapa berbahagianya jiwa orang-orang yang beruntung, betapa manisnya kehidupan orang-orang yang amal perbuatannya diterima, betapa hinanya jiwa orang-orang yang melanggar perintah Tuhan, dan betapa buruknya keadaan orang-orang yang lalai dan berbuat dosa.

Waktu yang serius untuk merenung sangat diperlukan, di mana kita dapat memeriksa amal perbuatan apa yang telah kita lakukan selama bulan ini, manfaat apa yang kita peroleh darinya, dan apa yang kurang kita lakukan. Orang yang berbuat baik hendaknya memuji Allah, berusaha berbuat lebih baik lagi, dan memohon kepada-Nya keteguhan, penerimaan, dan pengampunan. Dan orang yang berbuat buruk hendaknya bertaubat kepada Tuhannya sebelum waktunya habis.

Ingatlah, saat kita mengucapkan selamat tinggal pada bulan Ramadhan, betapa cepatnya hari-hari dan tahun-tahun berlalu. Sesungguhnya, dalam berlalunya dan kecepatannya terdapat pelajaran bagi orang-orang yang merenungkan dan peringatan bagi orang-orang yang memperhatikan. Allah Swt. berfirman:


يُقَلِّبُ اللّٰهُ الَّيْلَ وَالنَّهَارَۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَعِبْرَةً لِّاُولِى الْاَبْصَارِ

Allah menjadikan malam dan siang silih berganti. Sesungguhnya pada yang demikian itu pasti terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan [yang tajam],” [Q.S. al-Nur: 44].


Baru kemarin kita menerima ucapan selamat atas kedatangannya dan memohon kepada Allah agar menganugerahi kita berkahnya. Hari ini, kita mengucapkan selamat tinggal dengan kesedihan mendalam dan menerima ucapan belasungkawa atas kepergiannya. Betapa cepatnya malam dan siang berlalu, dan bulan serta tahun berganti!

Hidup adalah kesempatan yang diberikan kepada seseorang hanya sekali. Setelah kesempatan ini hilang, kemungkinan besar tidak akan kembali. Maka raihlah hari-hari hidupmu sebelum terlambat, selagi masih ada kesempatan. Umar bin Abdil Aziz berkata: “Siang dan malam bekerja untukmu, maka bekerjalah di dalam keduanya.”

Ibnu Mas’ud ra. berkata: “Aku tidak pernah menyesali sesuatu sebanyak aku menyesali hari yang mataharinya telah terbenam, di mana umurku berkurang, dan amal baikku tidak bertambah.”

Dan ingatlah selalu bahwa yang terpenting adalah bagaimana segala sesuatu berakhir. Maka hendaklah akhir bulan ini dihabiskan untuk memohon ampunan dan bertaubat, karena memohon ampunan adalah puncak dari amal kebaikan. Allah Swt. berfirman kepada Nabi Muhammad Saw. menjelang akhir hayatnya,


اِذَا جَاۤءَ نَصْرُ اللّٰهِ وَالْفَتْحُۙ. وَرَاَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُوْنَ فِيْ دِيْنِ اللّٰهِ اَفْوَاجًاۙ. فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُۗ اِنَّهٗ كَانَ تَوَّابًا

Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Penerima tobat,” [Q.S. al-Nashr: 1-3].


Dan Allah Swt. memerintahkan para jamaah haji setelah menyelesaikan ibadah mereka untuk memohon ampunan, firman-Nya:


ثُمَّ اَفِيْضُوْا مِنْ حَيْثُ اَفَاضَ النَّاسُ وَاسْتَغْفِرُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

Kemudian, bertolaklah kamu dari tempat orang-orang bertolak (Arafah) dan mohonlah ampunan kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,” [Q.S. al-Baqarah: 199].


Para pendahulu kita yang saleh, semoga Allah meridai mereka, akan berusaha untuk menyelesaikan dan menyempurnakan amal mereka, kemudian memperhatikan penerimaan amal tersebut dan takut akan penolakannya, sebagaimana Allah Swt. menggambarkan hamba-hamba-Nya yang beriman,


وَالَّذِيْنَ يُؤْتُوْنَ مَآ اٰتَوْا وَّقُلُوْبُهُمْ وَجِلَةٌ اَنَّهُمْ اِلٰى رَبِّهِمْ رٰجِعُوْنَۙ

“Dan orang-orang yang melakukan [kebaikan] yang telah mereka kerjakan dengan hati penuh rasa takut [karena mereka tahu] bahwa sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhannya.,” [Q.S. al-Mu’minun: 60].


Apakah kekhawatiran ini telah menyibukkan kita saat kita tahu bulan Ramadhan meninggalkan kita?


اللهم لك الحمد أن بلغتنا شهر رمضان، اللهم تقبل منا الصيام والقيام، وأحسن لنا الختام، اللهم اجبر كسرنا على فراق شهرنا، وأعده علينا أعواما عديدة وأزمنة مديدة، واجعله شاهدا لنا لا علينا، اللهم اجعلنا فيه من عتقائك من النار، واجعلنا فيه من المقبولين الفائزين.

“Ya Allah, segala puji hanya milik-Mu karena Engkau mengizinkan kami mencapai bulan Ramadhan. Ya Allah, terimalah puasa dan shalat kami, dan berikanlah kami akhir yang baik. Ya Allah, ringankanlah kesedihan kami pada saat berakhirnya bulan ini, dan kembalikanlah bulan ini kepada kami pada tahun-tahun mendatang dan dalam jangka waktu yang panjang. Jadikanlah ia sebagai saksi bagi kami, bukan sebagai saksi yang melawan kami. Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang Engkau bebaskan dari api neraka, dan jadikanlah kami termasuk orang-orang yang diterima dan meraih kemenangan.”[]

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar