Info Sekolah
Kamis, 26 Feb 2026
  • Pesantren Terpadu Al-Fattah Kuningan
  • Pesantren Terpadu Al-Fattah Kuningan
12 November 2025

Selamat Hari Ayah!

Rab, 12 November 2025 Dibaca 38x Edukasi

Hari Ayah dirayakan di berbagai negara di dunia, sebuah perayaan tahunan untuk menghormati para ayah. Kapan Hari Ayah dimulai? Siapa yang memulai perayaannya? Kapan dirayakan dan mengapa? Di sini akan diceritakan asal-usul dan sejarahnya.

Perayaan Hari Ayah, yang kalah populer dibanding Hari Ibu, bermula dari sebuah festival Kristen yang dirayakan pada Abad Pertengahan, sebelum dihidupkan kembali oleh merek korek api Prancis yang terkenal pada tahun 1950-an.

Hari Ayah di Prancis berawal dari abad ke-15, yang dirayakan pada tanggal 19 Maret untuk menghormati Santo Yosef, ayah angkat Yesus. Setelah Revolusi Prancis, tradisi ini menghilang seiring dengan pemisahan gereja dan negara. Namun, perayaan ini dihidupkan kembali di Amerika Serikat pada awal abad ke-20, sebelum menyebar ke Prancis pada tahun 1950-an berkat merek korek api Flaminaire.

Di zaman modern Hari Ayah pertama kali dirayakan pada 18 Juni 1910, di Spokane, Washington. Perayaan ini berawal dari inisiatif seorang perempuan bernama Sonora Louise Smart Dodd dari Spokane, Michigan, AS, pada tahun 1909, setelah ia mendengar khutbah pada Hari Ibu.

Sonora ingin menghormati ayahnya, William Jackson Smart, terutama karena istrinya, Smart, telah wafat pada tahun 1898, meninggalkannya untuk membesarkan keenam anak mereka sendirian. Oleh karena itu, Sonora mengajukan petisi yang merekomendasikan penetapan hari untuk merayakan para ayah, dan petisi ini mendapat dukungan dari berbagai kelompok.

Sonora mulanya merencanakan perayaan tersebut pada 5 Juni, hari peringatan kematian ayahnya, tetapi ditunda hingga hari Minggu ketiga bulan Juni karena ketiadaan pendeta untuk memimpin perayaan tersebut. Tanggal ini (hari Minggu ketiga bulan Juli) kemudian menjadi tradisi yang mapan hingga hari ini secara internasional di banyak negara, seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Jepang.

Kendati mendapat sambutan positif, Hari Ayah baru diakui secara resmi di Amerika Serikat pada tahun 1972 oleh Presiden Richard Nixon. Di Prancis, Hari Ayah dihidupkan kembali berkat inisiatif komersial. Marcel Quercia, direktur perusahaan korek api Flaminaire, memilih hari Minggu ketiga bulan Juni untuk mempromosikan mereknya.

Pada saat itu, korek api, dasi, atau kemeja dianggap sebagai hadiah ideal untuk seorang ayah, yang melambangkan citra tradisional ayah yang merokok pipa atau “ayah tersayang”. Strategi ini mendongkrak penjualan korek api gas selama resesi ekonomi di dunia.

Di Indonesia, Hari Ayah Nasional dirayakan setiap tanggal 12 November, yang dideklarasikan pertama kali di Solo, Jawa Tengah, pada 12 November 2006 oleh Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi (PPIP). Deklarasi ini dilakukan bersamaan dengan pengumuman pemenang sayembara menulis surat untuk ayah yang diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Dan pemilihan tanggal 12 November dilakukan untuk menyeimbangkan dengan Hari Ibu Nasional (22 Desember) yang lebih dulu ditetapkan.

Singkatnya, Hari Ayah merupakan tradisi dengan beragam asal-usul, menggabungkan sejarah agama dan strategi komersial, serta mencerminkan perubahan adat dan model keluarga. Di hari istimewa ini, mengapa tidak memberikan hadiah kecil atau sekadar menghabiskan waktu berkualitas bersama ayah untuk merayakan pentingnya ikatan keluarga?





Selamat Hari Ayah!


Sumber: dari berbagai sumber

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar