Info Sekolah
Kamis, 16 Apr 2026
  • Pesantren Terpadu Al-Fattah Kuningan
  • Pesantren Terpadu Al-Fattah Kuningan
16 Oktober 2025

HIMASAL Kuningan Datangi Gedung Trans Corporation

Kam, 16 Oktober 2025 Dibaca 60x Berita

Puluhan alumni santri Pondok Pesantren Lirboyo Kediri yang tergabung dalam HIMASAL (Himpunan Alumni Santri Lirboyo) Kuningan, bergerak menuju Jakarta sejak Rabu malam. Mereka mewakili sekitar 500-an alumni dan santri Pesantren Lirboyo dari Kuningan.

Dua (2) armada bus dari Kuningan selanjutnya bergabung dengan puluhan bus dari berbagai daerah se-Jawa Barat. Mereka berangkat bersama mendatangi Gedung Trans Corporation Jakarta hari ini, Kamis, 16 Oktober 2025.

Mereka melakukan unjuk rasa di depan Gedung Trans Corporation lantaran salah satu tayangan pada program Xpose Uncensored Trans7 dianggap memuat narasi yang melecehkan kiai dan Pesantren Lirboyo secara khusus, serta pesantren lain pada umumnya.

Ketua HIMASAL Kuningan, K. Ali Muksin dari PP. Nurul Jadid Kutaraja mengaku melakukan aksi dengan tetap menjaga sopan santun.

“Sebelumnya kami telah mengadakan meeting zoom internal dengan pengurus Himasal se-Jawa Barat. Dan kita beraksi dengan tertib dan menjaga sopan santun sesuai amanah poro kyai di Lirboyo,” ujarnya.

Senada dengan itu, K.H. Agus Badru dari Pesantren Tanjungsari, alumnus sepuh Lirboyo tahun 90an, memastikan bahwa aksi unjuk rasa ini dipastikan membawa niat baik menjaga marwah kiai dan pesantren.

“Meneruskan amanah dari pusat pada kami semua alumni yang mengadakan unjuk rasa ini membawa niat baik untuk menjaga marwah kiai dan pesantren secara umum, berangkat secara legal atau mendapat izin dari Polres, menjaga akhlak dan mewaspadai provokasi,” tuturnya.

K.H. Aik Iksan Anshori, salah satu perwakilan aksi, dalam orasinya membacakan “7 Dosa Besar Trans7”, yaitu:





  1. Melecehkan dan menghina eksistensi pesantren, ulama, dan santri
  2. Pembohongan publik
  3. Pembodohan umat
  4. Framing sesat
  5. Narasi yang provokatif
  6. Pelanggaran kode etik jurnalis
  7. Intoleransi.




Sementara itu, Gus Millah, salah satu peserta dan pengurus HIMASAL Kuningan, mengatakan bahwa langkah gerakan moral dan protes sosial bahkan langkah hukum telah banyak dilakukan masyarakat khususnya kaum santri yang menilai Trans7 sebagai lembaga penyiaran telah melakukan gerakan disinformasi dan hasutan guna mendistorsi peran pesantren.

“Framing keji trans7 dalam tayangannya sudah jelas menyakiti puluhan bahkan ratusan ribu santri dan alumni Lirboyo, yang ditampilkan dalam video berdurask 40an menit itu isinya fitnah dan asumsi negatif terhadap insan pesantren lebih-lebih kyai kami. Minta maaf harus, proses hukum harus juga. #BOIKOTTRANS7,” tutur Gus Millah, yang juga pengurus PC GP Ansor Kuningan.

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar