Dalam perspektif Islam, kewajiban dan bimbingan Ilahi tidak hadir untuk mengebiri kebebasan, melainkan untuk memberinya arah. Manusia tidak dibiarkan tersesat..
Ketika seorang pembaca menelaah al-Qur’an, ia tidak sekadar membaca kumpulan narasi sejarah, melainkan berhadapan dengan sebuah “matriks kosmik”—sebuah cetak biru..
Mencapai puncak kepuasan intelektual— atau terpenuhinya suatu gagasan yang diyakini—ibarat membuka ruang di mana ketaatan beragama dan kesadaran sosial bertemu..
Ditinjau dari cara kita memperoleh pengetahuan, tidak ada gunanya mencari “kebenaran hakiki” yang terlepas dari pengalaman dan kesadaran kita sendiri...