Info Sekolah
Sabtu, 24 Okt 2026
  • Pesantren Terpadu Al-Fattah Kuningan
  • Pesantren Terpadu Al-Fattah Kuningan
12 September 2026

Merayakan Maulid, Merayakan Kemanusiaan: Keluarga Besar Al-Fattah Kuningan Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw.

Sab, 12 September 2026 Dibaca 40x Berita

KUNINGAN – Suasana khidmat dan khusyuk menyelimuti Masjid Jami’ Al-Azhar Pesantren Terpadu Al-Fattah Kuningan pada Sabtu, 12 September 2026. Ratusan jamaah, tamu undangan, dan masyarakat sekitar memadati ruang utama masjid sejak pukul 12.30 WIB untuk menghadiri acara peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw. yang mengusung tema “Merayakan Maulid, Merayakan Kemanusiaan“.

Acara yang menjadi agenda tahunan Keluarga Besar Al-Fattah Kuningan ini dihadiri oleh jajaran Dewan Pengasuh Pesantren Terpadu Al-Fattah, yakni Dr. K.H. Aang Asy’ari, Lc., M.S.I., Dr. K.H. Aik Iksan Anshori, Lc., M.A.Hum., serta K. Moh. Hidayat, Lc., S.Th.I. Turut hadir pula para alim ulama, tokoh masyarakat Lengkong, aparatur pemerintah setempat, dewan guru, dan warga sekitar pesantren.

Acara dibuka dengan lantunan ayat-ayat suci al-Qur’an oleh Ust. Rijal Herdiana, yang dibawakan dengan merdu dan penuh penghayatan. Seluruh rangkaian acara dipandu oleh Ust. Nur Ali Ardiansyah.

Dalam sambutannya mewakili tuan rumah, K.H. Muhammad Sholeh menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh undangan yang telah meluangkan waktu. “Ini adalah kegiatan tahunan Keluarga Besar Al-Fattah Kuningan. Selain untuk memperingati kelahiran Nabi Saw., momen ini juga kami manfaatkan untuk bersilaturrahim dengan segenap keluarga besar dan masyarakat sekitar Al-Fattah,” ujarnya.

Suasana semakin syahdu saat Pembacaan Tahlil dipimpin oleh K.H. Zainal Abidin, dilanjutkan dengan pembacaan Barzanji yang diiringi musik hadhrah khas pimpinan Ust. Rijal Herdiana dan Ust. Andi Heryanto. Gema shalawat dan puji-pujian kepada Nabi Muhammad Saw. bergema di seluruh area masjid, menciptakan atmosfer spiritual yang mendalam.


Makna Kemanusiaan dalam Maulid

Pimpinan dan Pengasuh Pesantren Al-Fattah Kuningan, Dr. K.H. Aang Asy’ari, Lc., M.S.I., menekankan bahwa hakikat peringatan Maulid Nabi adalah mengingatkan umat manusia akan nilai-nilai kemanusiaan yang luhur.

“Makna kemanusiaan dalam peringatan Maulid Nabi meliputi tiga hal utama. Pertama, Rahmat bagi semesta alam; Nabi Muhammad Saw. diutus sebagai rahmat bagi seluruh umat manusia, sehingga perayaan ini menjadi pengingat untuk menyebarkan kasih sayang, kebaikan, dan kedamaian. Kedua, Martabat Manusia; Islam mengangkat derajat manusia tanpa memandang warna kulit, jenis kelamin, atau asal-usul. Ketiga, Keadilan dan Kesetaraan; Nabi menetapkan prinsip kesetaraan dan keadilan di antara seluruh anggota masyarakat,” jelas Kiai Aang Asy’ari.

Kiai Aang juga menyinggung pengaruh global Nabi Muhammad Saw. dengan mengutip karya Michael H. Hart, The 100: A Ranking of the Most Influential People in History, yang menempatkan Nabi sebagai sosok paling berpengaruh di dunia. “Nama tokoh besar dunia lainnya mungkin hanya disebut dalam buku dan diskusi ilmiah. Namun, nama Nabi Saw. disebut di setiap momen hidup umat Muslim, dalam ibadah, diskusi, hingga perayaan hari besar, dengan jumlah pengikut terbanyak di dunia,” tambahnya.


Nabi Sebagai Penyempurna Akhlak

Sementara itu, Direktur Al-Fattah Institute, Dr. K.H. Aik Iksan Anshori, Lc., M.A.Hum., mengingatkan bahwa Nabi Muhammad Saw. adalah insan kamil atau manusia sempurna terbaik sepanjang masa. Kelahiran beliau membawa perubahan drastis bagi peradaban manusia yang saat itu dilanda kezhaliman, perbudakan, dan rendahnya kedudukan perempuan.

“Nabi diutus untuk memperbaiki akhlak umat manusia. Berkat kedatangan beliau, perbudakan dihapuskan, derajat manusia disamakan di hadapan Tuhan, dan kedudukan perempuan ditinggikan bahkan tiga tingkat lebih mulia daripada laki-laki. Oleh karena itu, merayakan Maulid Nabi sama artinya dengan merayakan kemanusiaan,” tegasnya.


Keutamaan Shalawat dan Rahmat Semesta Alam

Pimpinan Majelis Dzikir dan Pikir Al-Fattah, Kiai Moh. Hidayat, Lc., S.Th.I., menjelaskan keutamaan spiritual dari perayaan ini. Ia mengutip hadis Rasulullah Saw. yang menyatakan bahwa satu kali shalawat akan dibalas dengan sepuluh kebaikan oleh Allah Swt..

“Dalam perayaan Maulid, ratusan bahkan ribuan shalawat dilantunkan bersama. Bisa dibayangkan betapa banyaknya kebaikan dan berkah yang dilimpahkan Allah kepada kita,” jelasnya.

Kiai Hidayat menambahkan bahwa pahala dari acara ini tidak hanya terbatas bagi mereka yang hadir, tetapi juga mengalir kepada seluruh Muslim di dunia dan bahkan seluruh manusia yang sedang dilanda konflik, perang, dan bencana. “Karena kehadiran Nabi Saw. adalah rahmat dari Allah bagi seluruh alam semesta, rahmatan li al-‘alamin,” pungkasnya.

Perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw. di Pesantren Terpadu Al-Fattah Kuningan ini berakhir dengan doa bersama, meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh jamaah tentang pentingnya meneladani sifat-sifat mulia Nabi sebagai wujud cinta terhadap kemanusiaan.[RG]

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar