Info Sekolah
Minggu, 19 Apr 2026
  • Pesantren Terpadu Al-Fattah Kuningan
  • Pesantren Terpadu Al-Fattah Kuningan
18 April 2026

Mendidik Anak Supaya Menjadi Laki-laki Sejati

Sab, 18 April 2026 Dibaca 17x Nasihat Guru

Oleh: Dr. K.H. Aang Asy’ari, Lc., M.Si., Pimpinan dan Pengasuh Pesantren Terpadu Al-Fattah Kuningan



Tidak ada obat untuk penderita kelainan seks (h*m*/s*d*m). Obatnya hanya meninggal agar ia beristirahat dari fitnah dunia dan isinya, makanya hadd (hukumannya) dalam al-Qur’an adalah hukuman mati. 

Berbeda dengan mencuri, hukumannya potong tangan. Karena jika seorang pencuri dipotong tangannya; maka keinginan untuk mencuri akan hilang.

Para dokter jiwa sendiri mengakui bahwa mereka tidak punya solusi untuk penyakit itu.

Nah, hal terpenting dari upaya pengobatan adalah pencegahan penyakit itu sendiri, karena para penderita biasanya adalah para korban pelecehan saat mereka kecil dan belum paham, sehingga perilaku itu tertanam di dalam jiwa mereka. 

Jadi caranya:

1. Rawat putramu baikbaik, bahkan lebih dari merawat anak-anak perempuan. Jangan biarkan mereka jauh dari pengawasan, seperti;

– Menginap di luar rumah, meskipun sepupu.

– Dititipkan lama di rumah tetangga tanpa pantauanmu.


Ajarkan putra/putrimu sejak dini untuk tidak membuka pakaiannya di depan siapapun. Dan beritahukan pada mereka bahwa tidak boleh ada siapapun yang membuka pakaian dan menyentuh badan mereka dengan alasan apapun.

Di antara tarbiyah Nabawiyah adalah;

– Memisahkan anak-anak dalam tempat tidur.

– Tidak satu selimut berdua, meskipun sejenis, saat mereka tidak berpakaian lengkap.


2. Didik sesuai kodratnya. Kalau putramu sudah mumayyiz, atau sudah berusia 7 tahun, maka perlakukan seperti orang dewasa;

– Tdak memakai pakaian kecuali pakaian laki-laki.

– Jangan berambut panjang, supaya tidak timbul jiwa khunutsah (banci).

– Bawa shalat Jum’at dengan memakaikan kostum yang sesuai, seperti jubah dan kopiah.

– Shalatnya di tengah jamaah laki-laki bukan jamaah perempuan, supaya tidak berperilaku seperti perempuan.

– Bawa ke pengajian dll. bersamamu.

– Ajak dan persilahkan ia bersamamu dalam kumpulan laki-laki dewasa saat kedatangan tamu dll., jangan mengusir dan memerintahkannya untuk duduk bersama saudari-saudarinya atau ibunya.

– Limpahkan tanggungjawab sejak dini; jika kamu keluar rumah saat ada keperluan, beritahukan dia: “Kamu laki-laki di rumah ini, jaga baik saudari-saudarimu dan ibumu!”.

Sayyiduna Ibnu Abbas yang berusia 10 tahun duduk di sebelah kanan Sayyiduna Rasulullah Saw., sementara sepupu beliau, Sayyiduna Khalid bin al-Walid, seorang tokoh besar dan jauh lebih tua duduk di sebelah kiri Sayyiduna Rasulullah  Saw.. Ketika Sayyiduna Rasulullah Saw. minum, beliau berkata pada Sayyiduna Abdullah: “Apakah kamu mengizinkan untuknya agar minum duluan?” Karena aturannya memang dari kanan. Dan Sayyiduna Abdullah menjawab: “Selamanya, aku tidak mungkin membiarkan siapapun untuk mengambil bekas mulut Anda.”

Begitulah, Sayyiduna Rasulullah Saw. mendidik para laki-laki sejati, juga upaya pencegahan agar jangan sampai orang-orang yang kamu kasihi terjerumus dalam masalah yang sangat sulit untuk mereka.

Semoga Allah Swt. menjaga anak-anak kita semua. Ya Rabb



*) Disarikan dari ceramah Maulana Syaikh Yusri Rusydi al-Hasani, Jum’at siang, 27 November 2020.

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar