Info Sekolah
Senin, 26 Okt 2026
  • Pesantren Terpadu Al-Fattah Kuningan
  • Pesantren Terpadu Al-Fattah Kuningan
26 Oktober 2026

Legenda Burung Hudhud Nabi Sulaiman (4/4)

Sen, 26 Oktober 2026 Dibaca 2x Kajian

Oleh: H. Roland Gunawan, Lc., Direktur Rumah Tafaqquh Al-Fattah Syi’arul Islam (RTF-SI)



Seandainya seluruh legenda mengenai burung Hudhud Nabi Sulaiman dirangkum, kisah-kisah tersebut niscaya akan menjadi naskah yang sempurna bagi sebuah film kolosal yang epik dan memukau tentang burung yang luar biasa ini.

Dalam berbagai riwayat, Nabi Sulaiman dikabarkan menganugerahkan berbagai gelar kepada Hudhud, bahkan menempatkannya dalam jabatan strategis, utamanya sebagai “Menteri Urusan Burung” di istananya. Konon, burung ini tidak sekadar tinggal di lingkungan istana, melainkan memiliki sarang khusus yang mencerminkan kehormatannya. Kedudukannya begitu tinggi hingga kaum jin pun sering datang meminta nasihat terkait urusan mereka.

Kecerdasan Hudhud bahkan memikat hati Ratu Bilqis dari negeri Saba. Saking takjubnya akan kecerdikan burung tersebut, sang Ratu sempat ingin memeliharanya dan mengurungnya dalam sangkar. Namun, kekaguman itu berubah menjadi penghormatan setelah Ratu Bilqis membaca surat Nabi Sulaiman, yang akhirnya menggerakkan hatinya untuk membebaskannya.

Dalam cerita rakyat lintas budaya, Hudhud sering digambarkan sebagai pemegang kunci gerbang surga. Ia juga dipercaya kerap mengunjungi orang-orang bijak untuk menganugerahkan pencerahan. Bagi masyarakat umum, kehadiran burung ini dianggap sebagai pembawa keberuntungan; melihatnya diyakini sebagai pertanda akan datangnya kabar bahagia dan sukacita.

Di sisi lain, terdapat pula tradisi yang melambangkan Hudhud sebagai simbol kecerdikan dan kelicikan—seekor makhluk yang mampu lepas dari situasi genting apa pun berkat akalnya. Bahkan, terdapat mitos yang menyebutkan bahwa meletakkan sehelai bulu Hudhud di bawah bantal dapat membuka pintu alam mimpi, memungkinkan seseorang melihat masa depan dalam tidurnya.[]

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar