KUNINGAN – Menjawab kerinduan masyarakat perkotaan yang haus akan ilmu agama namun terkendala waktu, Pesantren Terpadu Al-Fattah Kuningan berkolaborasi dengan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Syi’arul Islam Kuningan meresmikan lembaga pendidikan baru bernama “Rumah Tafaqquh Al-Fattah Syi’arul Islam” (RTF-SI).
Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) kerjasama ini dilakukan langsung oleh Ketua Yayasan Pendidikan Islam Al-Fattah Kuningan, Dr. K.H. Aang Asy’ari, Lc., M.Si., Ketua Yayasan Masjid Syi’arul Islam Kuningan, K.H. Rudi Setiawan, S.H., M.Si., Ketua DKM Syi’arul Islam, K.H.R. Yayan Sofyan, M.M., dan Direktur Al-Fattah Institute, Dr. K.H. Aik Iksan Anshori, Lc., M.A.Hum., pada Senin, 3 Agustus 2026, di kantor DKM Syi’arul Islam.
Pendirian RTF-SI dilatarbelakangi oleh realitas kehidupan urban yang serba cepat, padat, dan kompetitif. Kondisi ini sering kali menyisakan sedikit ruang bagi masyarakat untuk mendalami ajaran Islam secara utuh. Meskipun banyak warga kota yang masih tergolong awam dalam pemahaman agama, terdapat kebutuhan mendesak untuk mampu membaca al-Qur’an dengan benar, memiliki akidah tauhid yang lurus, memahami fikih ibadah secara komprehensif, serta berakhlak mulia sesuai syariat di tengah lingkungan yang beragam.
“RTF-SI hadir sebagai solusi fleksibel yang diselenggarakan pada sore hari, sehingga dapat diikuti oleh pelajar, pekerja, orang dewasa, hingga lansia tanpa mengganggu aktivitas utama mereka di pagi dan siang hari,” demikian Kiai Aang Asy’ari menjelaskan dalam silaturrahim dengan jajaran Pengurus DKM dan Pengurus Yayasan Syi’arul Islam di ruang Sekretariat DMI (21/07).
Bertempat di lantai 1 Masjid Jami’ Syi’arul Islam Kuningan, Rumah Tafaqquh ini dirancang dengan fasilitas penunjang yang memadai untuk kenyamanan belajar. Tersedia guru-guru profesional al-Qur’an bersanad Yan’bua, ruang belajar di koridor bawah, ruang kantor, tempat wudhu, toilet, serta area parkir yang luas. Suasana kondusif ini diharapkan membuat para santri betah menuntut ilmu di sela-sela kesibukan harian.
Program pendidikan di RTF-SI berlangsung selama 2 tahun (4 semester) dengan jadwal 5 kali seminggu (Senin–Jumat), pukul 16.00–18.00 WIB. Metode pengajaran mengombinasikan ceramah interaktif dan praktikum langsung agar materi lebih mudah dipahami dan diamalkan.
Disampaikan secara terpisah oleh Direktur Al-Fattah Institute, Kiai Aik Iksan Anshori, bahwa kurikulum di RTF-SI difokuskan pada lima tujuan utama: (1). Kemampuan membaca al-Qur’an fasih dan benar; (2). Pemahaman akidah tauhid yang lurus; (3). Pelaksanaan ibadah harian sesuai tuntunan Rasulullah Saw.; (4). Pembentukan karakter dan akhlak mulia; serta (5). Penguasaan dasar-dasar hadits melalui kitab induk yang mudah dipelajari. Sebagai bentuk komitmen kualitas, RTF-SI memberikan jaminan bahwa setiap peserta didik akan mampu membaca al-Qur’an dengan lancar dalam waktu 6 bulan.
Kiai Rudi Setiawan berharap kehadiran RTF-SI bisa menjadi berkah besar bagi umat. Masyarakat Muslim Kuningan, khususnya yang tinggal di wilayah perkotaan, dapat tumbuh menjadi generasi Qur’ani yang tidak hanya pandai membaca kitab suci, tetapi juga memahami dan mengamalkan ajaran agamanya dengan baik dan benar.
Kolaborasi antara pesantren dan masjid ini menjadi bukti nyata sinergi lembaga pendidikan dan dakwah dalam melayani kebutuhan spiritual masyarakat modern, memastikan bahwa tidak ada lagi warga yang terlambat mengenal keindahan Islam karena keterbatasan waktu.
RTF-SI membuka pendaftaran untuk menerima peserta didik baru, bisa menghubungi kontak berikut ini:
Tinggalkan Komentar