Dalam rangka meningkatkan minat dan kemampuan para santri dalam bidang sains serta memberikan pengalaman berkompetisi di ajang internasional, SDIT Al-Fattah berpartisipasi dalam kegiatan Internasional Kangaroo Science Contest (IKSC) 2025, Kamis (30/10).
Bertempat di SDIT Al-Fattah, seluruh santri dari kelas 1 – 6 sangat antusias mengikuti ajang ini. Soal-soal yang disajikan dalam kompetisi sebagian berbahasa Inggris dan sebagian lagi berbahasa Indonesia.
Kepala SDIT Al-Fattah, Ust. Masyhudi S.Pd., mengatakan bahwa keikutsertaan santri dalam kompetisi sains internasional ini sangat penting, utamanya untuk melatih mereka berpikir kritis dan logika ilmiah.
“Ini adalah ikhtiar dari Pesantren Al-Fattah, memberi kesempatan kepada para santri untuk berpartisipasi dalam ajang kompetisi sains internasional. Ini adalah sebuah tantangan bagi kami, karena selama ini Al-Fattah dikenal dengan slogannya, ‘Al-Fattah juara!’ Hasil terbaik jelas merupakan harapan terbesar kami dalam kompetisi ini untuk menunjukkan bahwa slogan itu bukan sekadar omon-omon,” ujar Ust. Masyhudi yang akrab disapa Kakang Prabu.

SDIT Al-Fattah, kata Ust. Masyhudi, telah mengadopsi kurikulum internasional. Dengan kurikulum ini, SDIT Al-Fattah ditantang untuk bisa melahirkan santri-santri unggulan yang bisa berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa terkemuka di dunia melalui jalur pendidikan.
Internasional Kangaroo Science Contest (IKSC) hadir kembali di Indonesia bersama Klinik Pendidikan MIPA (KPM) sebagai penyelenggara resmi. Ajang sebelumnya sukses terselenggara dengan diikuti oleh 62.655 peserta dari seluruh Indonesia.
Dan tahun ini peluang itu kembali dibuka bagi lebih banyak siswa untuk merasakan pengalaman berkompetisi di tingkat internasional. Setiap siswa mengikuti kompetisi ini di sekolah masing-masing.
Kegiatan yang berlangsung dari pukul 07.30 – 09.30 WIB ini diharapkan dapat menjadi sarana bagi para santri untuk menumbuhkan rasa percaya diri, berpikir ilmiah, dan semangat belajar yang tinggi.[RG]

Tinggalkan Komentar