Oleh: H. Roland Gunawan, Lc., Mudir Madrasah Diniyah Lailiyah (MDL) Al-Fattah Kuningan
Literasi tidak hanya dimulai ketika anak mulai bersekolah; literasi dimulai hampir sejak lahir. Bayi dan balita memperoleh keterampilan yang akan mereka gunakan untuk membaca, dan periode antara usia tiga dan lima tahun sangat penting untuk perkembangan membaca mereka.
Membacakan buku untuk anak-anak adalah cara terbaik untuk menanamkan kecintaan membaca, namun banyak orangtua tidak membacakan buku untuk anak-anak mereka.
Selain membacakan buku untuk anak, lingkungan teks yang kaya pada prasekolah meletakkan dasar untuk keberhasilan membaca.
Menurut sejumlah penelitian, belajar membaca bukanlah proses alami yang terjadi dengan sendirinya. Ini adalah proses kompleks yang membutuhkan instruksi yang tepat dalam berbagai keterampilan dan strategi, seperti fonik (mengetahui hubungan antara huruf dan bunyi), kesadaran fonemik, dan banyak lagi.
Meskipun membaca adalah proses yang kompleks, langkah-langkah yang dapat diambil untuk membangun keterampilan ini relatif sederhana dan mudah.
Setidaknya ada 10 langkah sederhana yang bisa dicoba untuk mulai mengajari anak membaca.
Membangun Kesadaran Fonologis
Lagu anak-anak membantu mengajarkan rima dan ritme, yang membantu mereka mendengar bunyi dan suku kata dalam kata-kata. Ini adalah cara yang bagus untuk membangun kesadaran fonologis, salah satu keterampilan terpenting dalam belajar membaca. Aktivitas menyenangkan ini adalah cara yang bagus bagi anak-anak untuk secara implisit mengembangkan keterampilan membaca dan menulis, yang akan mempersiapkan mereka untuk sukses dalam membaca di kemudian hari.
Kartu Kata
Potong kartu sederhana dan tulis kata-kata tiga huruf di atasnya. Minta anak untuk memilih kartu, lalu baca kata tersebut bersama-sama, sambil mengangkat tiga jari.
Minta mereka untuk mengucapkan huruf pertama yang mereka dengar dalam kata tersebut, lalu huruf kedua, dan kemudian huruf ketiga. Aktivitas ini membangun keterampilan fonik dan analisis kata dasar, membantu mereka belajar cara mengucapkan kata-kata. Jika anak baru mulai belajar alfabet, fokuslah pada bunyi yang dihasilkan setiap huruf daripada nama huruf itu sendiri.
Lingkungan Kaya Teks Tercetak
Melihat kata-kata tercetak pada poster, buku, dan materi lainnya memungkinkan anak-anak untuk melihat dan menerapkan hubungan antara bunyi dan simbol huruf. Saat berada di luar rumah, mintalah anak untuk melihat pesan-pesan di papan reklame dan rambu-rambu, fokuskan pada huruf pertama kata tersebut. Tanyakan kepada mereka: Bagaimana cara kita mengucapkan huruf ini? Apakah kamu tahu kata lain yang dimulai dengan bunyi ini?
Permainan Kata
Fokuslah pada permainan kata sederhana secara teratur, dan pada permainan yang mendorong anak untuk mendengarkan, mengenali, dan memanipulasi bunyi dalam kata-kata. Misalnya, ajukan pertanyaan seperti: Bunyi apa yang menjadi awalan kata ini? Dan bunyi apa yang menjadi akhirnya?
Keterampilan Esensial
Orangtua perlu memahami keterampilan esensial untuk mengajari anak membaca. Ada lima komponen kunci: kesadaran fonologis (kemampuan untuk mendengar dan memanipulasi berbagai bunyi dalam kata-kata), fonik (mengenali hubungan antara huruf dan bunyi yang dihasilkannya dalam kosakata), memahami arti, definisi, dan konteks kata, memahami arti teks, baik dalam buku cerita maupun buku informasi, kelancaran (kemampuan membaca dengan cepat, akurat, dan dengan pemahaman).
Kekuatan Teknologi
Menggunakan komputer, telepon seluler, atau tablet dapat menjadi aktivitas yang menyenangkan bagi anak. Orangtua dapat menggunakan situs web untuk mengajari membaca dan mengubah waktu luang anak menjadi kesempatan belajar. Ada juga banyak buku klasik yang dapat dibaca anak melalui aplikasi yang tersedia di ponsel.
Memotivasi Anak
Belajar membaca seharusnya menjadi proses menyenangkan agar anak-anak tetap termotivasi untuk berkembang. Seorang anak mungkin antusias belajar pada awalnya, tetapi begitu hal-hal menjadi sulit, mereka mungkin kewalahan dan mudah menyerah.
Orangtua harus memperhatikan tahap ini dan mengetahui cara memotivasi anak, seperti menggunakan sistem penghargaan untuk menyelesaikan aktivitas dan mencapai level baru.
Membaca Berbasis Dialog
Banyak orang tidak menyadari berapa banyak keterampilan yang dapat diperoleh melalui tindakan sederhana membacakan buku kepada anak. Ini tidak hanya menunjukkan kepada mereka cara mengucapkan kata-kata tetapi juga membangun keterampilan pemahaman yang penting, memperluas kosakata mereka, dan, yang lebih baik lagi, mengadopsi pendekatan membaca “berbasis dialog”, mendorong anak untuk berpartisipasi dalam cerita.
Sebelum membalik halaman, tanyakan kepada mereka apa yang menurut mereka akan terjadi selanjutnya. Orangtua juga dapat bertanya kepada anak bagaimana buku itu mungkin berakhir.
Memilih Buku
Cobalah untuk menarik minat anak pada buku non-fiksi selain dongeng. Carilah buku yang membahas topik favorit mereka, seperti mobil, dinosaurus, hewan, dan subjek lainnya, dengan banyak gambar dan dirancang khusus untuk anak-anak seusia ini.
Bersabar
Setiap anak belajar dengan kecepatan mereka sendiri, jadi selalu ingat bahwa hal terpenting yang dapat dilakukan adalah membuat membaca menyenangkan. Ini dapat dicapai dengan membaca secara teratur, memilih kegiatan membaca yang disukai anak dengan cermat, dan sesekali membiarkan mereka memilih buku mereka sendiri. Ini akan menanamkan kecintaan membaca sejak dini dan memberi mereka kesempatan yang lebih baik untuk belajar membaca dengan mudah.[]
Tinggalkan Komentar