Info Sekolah
Jumat, 23 Okt 2026
  • Pesantren Terpadu Al-Fattah Kuningan
  • Pesantren Terpadu Al-Fattah Kuningan
10 September 2026

Sinergi dan Evaluasi: Pesantren Terpadu Al-Fattah Kuningan Luncurkan Program “SINEMA” untuk Akselerasi Kualitas Pendidikan

Kam, 10 September 2026 Dibaca 47x Berita

KUNINGAN – Dalam upaya memperkuat kolaborasi internal dan meningkatkan standar mutu pendidikan secara holistik, Pesantren Terpadu Al-Fattah Kuningan menggelar Rapat Kamisan bertajuk “Sinergi & Evaluasi Mingguan Unit Pendidikan Al-Fattah” atau yang disingkat SINEMA. Acara yang berlangsung khidmat ini diselenggarakan di Ruang Perpustakaan Pesantren Terpadu Al-Fattah Kuningan pada Kamis, 10 September 2026.

Rapat SINEMA hadir sebagai respons atas kebutuhan mendesak akan kesepahaman dan akselerasi gerak antar-unit lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Al-Fattah Kuningan. Melalui forum ini, diharapkan dapat ditemukan solusi-solusi edukatif yang inovatif serta terintegrasi guna mendorong peningkatan kualitas pendidikan yang berkelanjutan.


Kehadiran Pimpinan dan Dewan Guru

Rapat ini dihadiri oleh jajaran pimpinan tertinggi dan para kepala unit pendidikan di lingkungan Al-Fattah. Turut hadir Pimpinan dan Pengasuh Pesantren Terpadu Al-Fattah Kuningan, Dr. K.H. Aang Asy’ari, Lc., M.S.I., serta Direktur Al-Fattah Institute, Dr. K.H. Aik Iksan Anshori, Lc., M.A.Hum.

Selain itu, rapat juga diikuti oleh para kepala satuan pendidikan, yaitu Kepala TKIT Al-Fattah Ciawigebang, Usth. Juju Junaesih; Kepala TKIT Al-Fattah Bilingual School, Usth. Aliva Citra Lestari, M.Pd.; Kepala SDIT Al-Fattah Kuningan, Ust. Masyhudi, S.Pd.; serta Mudir Rumah Tafaqquh Al-Fattah Syi’arul Islam (RTF-SI), Ust. H. Roland Gunawan, Lc. Seluruh dewan guru Al-Fattah juga berpartisipasi aktif dalam diskusi strategis ini.


Peta Jalan Empat Minggu: Fokus pada Kurikulum, Layanan, SDM, dan Branding

Dalam rapat tersebut, disepakati sebuah rencana aksi bertahap selama satu bulan ke depan untuk mengevaluasi dan meningkatkan kualitas setiap unit lembaga pendidikan. Rencana ini dibagi menjadi empat fokus utama per minggunya:


1.  Minggu Ke-1: Sinkronisasi Kurikulum & Akademik

    Fokus evaluasi ditujukan untuk menyelaraskan muatan kurikulum dan jalur akademik, mulai dari tingkat Taman Kanak-Kanak (TK), berlanjut ke Sekolah Dasar (SD), hingga masuk ke sistem boarding. Output yang diharapkan adalah tersusunnya dokumen peta jalan kurikulum yang selaras dan berkesinambungan di seluruh unit.


2.  Minggu Ke-2: Layanan & Kepuasan Orang Tua

    Unit pendidikan akan meninjau masukan serta keluhan dari para pemangku kepentingan, sekaligus menyeragamkan standar layanan unggul dengan target meminimalkan keluhan. Hasil akhir dari fase ini adalah terbentuknya Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan komplain yang terstandar serta laporan berkala mengenai tingkat kepuasan layanan.


3.  Minggu Ke-3: Efisiensi SDM & Pengembangan Guru

    Evaluasi difokuskan pada strategi kolaborasi pengajar lintas unit, seperti pemanfaatan guru SD untuk kegiatan ekstrakurikuler di TK atau sebaliknya, serta peninjauan program sertifikasi. Target utamanya adalah terbangunnya skema penugasan lintas unit yang efisien serta ketersediaan data progres kompetensi dan sertifikasi guru.


4.  Minggu Ke-4: Branding, Humas & Road Map

    Tahap akhir bulan pertama SINEMA akan berfokus pada penyusunan strategi bersama untuk Penerimaan Santri Baru (PSB), publikasi prestasi lintas unit, dan evaluasi pencapaian visi jangka panjang. Outputnya berupa kalender promosi PSB terpadu lintas unit serta laporan progres pencapaian target jangka panjang YPI Al-Fattah.


Filosofi “Manusia Sebelum Bangunan”

Menyampaikan arahan strategis, Pimpinan dan Pengasuh Pesantren Terpadu Al-Fattah Kuningan, Dr. K.H. Aang Asy’ari, Lc., M.S.I., menekankan pentingnya koordinasi untuk mempercepat gerak organisasi.

“Mengkoordinasikan dan menyatukan langkah. Kalau dikoordinasikan, maka geraknya akan cepat,” ujar Kiai Aang.

Beliau juga menyoroti filosofi pendidikan yang mengutamakan sumber daya manusia di atas fasilitas fisik, merujuk pada pengalaman pendidikan di Singapura. “Di Singapura itu, bangunan sekolah terbaiknya tidak mewah. Ubinnya bukan keramik, tetapi hanya lantai biasa. Kelasnya tidak ada AC, tapi hanya kipas angin biasa. Meski begitu, kualitas siswanya luar biasa,” jelasnya.

Kiai Aang mengutip prinsip “Al-insan qabl al-bunyan” (manusia sebelum bangunan), yang berarti membangun SDM dulu, baru kemudian gedung sekolah. Intinya, keunggulan sekolah tidak terletak pada kemewahan bangunan, melainkan pada kualitas SDM-nya.

Untuk mencapai kualitas SDM tersebut, Kiai Aang menegaskan dua hal krusial: penguatan bahasa (Inggris dan Arab) serta integrasi media. “Ke depan tidak ada lagi media TKIT, SDIT, Boarding, tetapi media Al-Fattah. Media harus ditingkatkan karena sangat penting,” tegasnya.


Belajar dari Meritokrasi Singapura

Senada dengan hal tersebut, Direktur Al-Fattah Institute, Dr. K.H. Aik Iksan Anshori, Lc., M.A.Hum., memaparkan hasil temuan kunjungannya ke Singapura. Ia menyoroti dua budaya utama yang dibangun dalam sistem pendidikan negeri singa tersebut, yaitu budaya meritokrasi ekstrem dan budaya disiplin serta tertib.

“Dengan prinsip ‘yang terbaik mendapat kesempatan terbesar’, logikanya menjadi: prestasi → seleksi → penghargaan → posisi → kesempatan lebih besar,” paparnya.

Kiai Aik juga menambahkan bahwa di Singapura, seluruh lembaga pendidikan bergerak dengan satu visi besar, yaitu menjadikan Singapura sebagai pusat peradaban maju. Lembaga pendidikan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan bergerak sesuai aturan dan cita-cita yang ditetapkan oleh negara. Hal ini menjadi inspirasi bagi Al-Fattah untuk menciptakan sinergi yang kuat antar-unit demi mewujudkan visi besar yayasan.

Dengan dilaksanakannya Rapat Kamisan SINEMA ini, Pesantren Terpadu Al-Fattah Kuningan menunjukkan komitmen seriusnya dalam melakukan transformasi pendidikan yang terukur, terintegrasi, dan berorientasi pada kualitas manusia unggul.[RG]

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar