KUNINGAN – Sebanyak 273 santri dari Kelas 1 hingga Kelas 6 SDIT Al-Fattah Kuningan secara serentak mengikuti Ujian Sumatif Tengah Semester (STS) yang dimulai pada hari ini, Senin, 21 September 2026. Sebagai pembuka rangkaian evaluasi akademik tersebut, upacara pembukaan digelar dengan khidmat di depan lapangan Masjid Al-Azhar Pesantren Terpadu Al-Fattah Kuningan.
Upacara dipimpin langsung oleh Kepala SDIT Al-Fattah Kuningan, Ust. Masyhudi, S.Pd. Dalam amanatnya, Ust. Masyhudi menekankan pentingnya fondasi mental dan spiritual sebelum menghadapi tantangan akademik. Ia menyampaikan bahwa ada dua kunci utama kesuksesan dalam setiap pekerjaan dan urusan kehidupan, yaitu i’dad (persiapan) dan isti’dad (kesiapan).
“Jika kita memiliki kedua hal tersebut, yaitu persiapan yang matang dan kesiapan hati serta fisik, maka kita akan siap menghadapi segala pekerjaan dan perjalanan di masa yang akan mendatang, termasuk ujian hari ini,” ujar Ust. Masyhudi di hadapan para santri.
Selain memberikan motivasi teknis, Ust. Masyhudi juga menyinggung rekam jejak mutu pendidikan di SDIT Al-Fattah Kuningan. Ia menegaskan bahwa lembaga ini telah menjaga standar kualitasnya sejak awal berdiri. Bukti nyata dari komitmen tersebut terlihat dari lulusan angkatan perdana hingga angkatan-angkatan berikutnya yang tidak hanya lulus dengan nilai terbaik, tetapi juga terus meraih prestasi gemilang di jenjang pendidikan selanjutnya.
“SDIT Al-Fattah Kuningan pada tahun pertama sudah mengambil sikap yang tegas. Para santri digembleng menjadi lulusan-lulusan terbaik, dan prestasi mereka tidak berhenti di sini saja, melainkan terus berlanjut hingga ke sekolah-sekolah tempat mereka belajar sekarang. Jadi tidak main-main, SDIT Al-Fattah Kuningan sejak awal sudah menjaga mutu prestasi dan keberhasilan. Keberhasilan belajar anak itu dibuktikan lewat ujian,” jelasnya dengan tegas.
Lebih jauh, Ust. Masyhudi mengingatkan bahwa hakikat ilmu tidak berhenti pada aspek kognitif atau hafalan semata. Ilmu yang sejati diharapkan mampu melahirkan hikmah yang meresap dan tertanam dalam hati. Oleh karena itu, pesan ini menjadi pengingat penting bagi para santri bahwa ujian bukan sekadar proses administratif untuk mengukur penguasaan materi, melainkan bagian integral dari proses internalisasi ilmu agar dapat dipahami, dihayati, dan ultimately diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan semangat i’dad dan isti’dad, para santri SDIT Al-Fattah Kuningan memasuki ruang ujian dengan penuh kepercayaan diri, siap membuktikan capaian pembelajaran mereka selama setengah semester ini.[RG]
Tinggalkan Komentar