KUNINGAN – Dalam suasana penuh khidmat dan kegembiraan, TKIT Al-Fattah Kuningan Ciawigebang menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw. yang dirangkai dengan acara tasyakkuran dan peresmian gedung baru, Sabtu (26/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula TKIT Al-Fattah ini menandai babak baru bagi lembaga pendidikan anak usia dini tersebut setelah menjalani proses renovasi gedung lama selama beberapa bulan.
Peresmian gedung baru secara resmi dilakukan oleh Dr. K.H. Aik Iksan Anshori, Lc., M.A.Hum., selaku Wakil Pimpinan dan Pengasuh Pesantren Terpadu Al-Fattah Kuningan, yang ditandai dengan prosesi pemotongan pita.
Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh pendidikan dan pimpinan pesantren, di antaranya Ust. Andi Heryanto (Direktur Islamic Boarding School Al-Fattah Kuningan), Bunda Juju Junaesih (Kepala TKIT Al-Fattah Kuningan Ciawigebang), Ust. H. Roland Gunawan, Lc. (Mudir Rumah Tafaqquh Al-Fattah Syi’arul Islam/RTF-SI), serta seluruh dewan guru, para santri, dan wali (ayah-bunda) santri TKIT Al-Fattah Kuningan Ciawigebang.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, yang kemudian dilanjutkan dengan lantunan pembacaan Shalawat Maulid al-Diba’i yang diiringi tabuhan Hadharah. Pembacaan shalawat yang menggugah semangat keimanan ini dipimpin langsung oleh Ust. Andi Heryanto bersama Ust. Romdhon, menciptakan suasana yang khusyuk dan meriah.
Dalam sambutannya, Dr. K.H. Aik Iksan Anshori, Lc., M.A.Hum. (Kiai Aik) menyampaikan pesan mendalam dengan mengutip sebuah hadits Nabi, “Kullu mawlud yulad ‘ala al-fithrah” (Setiap anak itu dilahirkan dalam keadaan suci).
“Para santri yang menempuh pendidikan di TKIT Al-Fattah Kuningan ini adalah anak-anak yang masih berada di awal-awal masa pertumbuhan, masih bersih dan suci, seputih kertas yang belum tergores pena apapun. Nah, tugas para guru di TKIT Al-Fattah adalah mengisi para santri yang masih seputih kertas itu dengan hal-hal yang baik sesuai dengan fitrah mereka sebagai anak-anak,” ujar Kiai Aik.
Ia menambahkan bahwa mengisi “kertas putih” tersebut merupakan tanggung jawab yang besar, berat, dan tidak mudah karena penuh tantangan. Oleh karena itu, TKIT Al-Fattah Kuningan terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikannya dengan melibatkan semua pihak, baik sekolah maupun orangtua, demi mencapai hasil terbaik.
Kiai Aik juga membanggakan rekam jejak lembaga ini. “Terbukti, sejak didirikan prestasi para santri TKIT Al-Fattah Kuningan bukan ‘kaleng-kaleng’. Di berbagai event kompetisi di Kuningan, mereka nyaris tidak pernah absen meraih kejuaraan. Tidak heran sekolah ini menjadi salah satu sekolah anak usia dini terbaik dan unggulan di Kuningan,” pungkasnya, seraya optimis bahwa ke depan, dengan dukungan kerja keras dan doa dari semua pihak, para santri akan tumbuh menjadi pemimpin-pemimpin bangsa.

Sementara itu, taushiyah dan hikmah Maulid disampaikan oleh Ust. Andi Heryanto. Dalam ceramahnya, ia menekankan pentingnya shalat sebagai ajaran utama Nabi Muhammad Saw. bagi umat Muslim. Ia mengingatkan bahwa kewajiban shalat, sebagai rukun Islam kedua setelah syahadat, diperoleh Nabi Saw. setelah melakukan perjalanan jauh (Isra’ Mi’raj) ke langit ketujuh.
“Shalat adalah tiang agama, kata Nabi. Berdiri dan runtuhnya agama seorang muslim, itu tergantung dari apakah shalat itu dikerjakan atau tidak. Makanya anak-anak, mulai sekarang hendaknya sudah mulai belajar melaksanakan shalat. Sehingga ketika kelak sudah baligh, sudah jadi mukallaf, kalian sudah terbiasa mengerjakannya,” pesannya.
Ust. Andi melanjutkan, pembiasaan shalat sejak usia dini sangat penting untuk membentuk fondasi iman, melatih kedisiplinan, serta membangun karakter islami anak. Jadwal shalat lima waktu secara tidak langsung mengajarkan anak tentang pengaturan waktu, keteraturan, dan rasa tanggung jawab dalam keseharian mereka.
“Selain itu, pembiasaan shalat mendukung pembentukan akhlak mulia, membuat anak lebih sabar, tenang, dan terjaga dari perilaku buruk,” pungkasnya.
Puncak acara dilanjutkan dengan momen yang ditunggu-tunggu, yaitu pembagian hadiah bagi santri dan santriwati berprestasi di TKIT Al-Fattah Kuningan Ciawigebang sebagai bentuk apresiasi atas semangat belajar mereka.
Kegiatan kemudian ditutup dengan pembacaan doa bersama agar gedung baru ini membawa keberkahan dan kemajuan bagi lembaga, serta diakhiri dengan pembagian berkat Maulid (bingkisan) kepada seluruh santri dan tamu yang hadir, meninggalkan kesan mendalam dan semangat baru bagi seluruh keluarga besar TKIT Al-Fattah Kuningan Ciawigebang.[]

Tinggalkan Komentar