Info Sekolah
Kamis, 26 Feb 2026
  • Pesantren Terpadu Al-Fattah Kuningan
  • Pesantren Terpadu Al-Fattah Kuningan
5 Januari 2026

Perlunya Sekolah Islam Terpadu (SIT) Dikelola Secara Profesional

Sen, 5 Januari 2026 Dibaca 36x Berita

KUNINGAN – Sekolah Islam Terpadu (SIT) harus dikelola secara profesional untuk memastikan lingkungan belajar yang kondusif, efektif dan berkualitas sehingga para siswa mencapai potensi penuh mereka dan mempersiapkan mereka untuk masa depan.

Hal itu disampaikan oleh Dr. Anton Budiyono, S.E.I., M.M. dalam FGD dengan tema “Pedoman Konsultasi Manajemen Tata Kelola Sekolah Islam Terpadu (SIT)”, di Pesantren Terpadu Al-Fattah Kuningan, Senin (05/01/26).

FGD ini diadakan secara terbatas, hanya dihadiri Kepala TKIT Al-Fattah Kuningan, Usth. Juju Junaesih, Kepala TKIT Al-Fattah Bilingual School, Usth. Aliva Citra Lestari, Kepala Sekolah SDIT Al-Fattah Kuningan, Ust. Masyhudi S.Pd., Direktur Boarding School Al-Fattah, Ust. Andi Heryanto, Mudir Madrasah Diniyah Lailiyah Al-Fattah Kuningan, Ust. H. Roland Gunawan, Lc., Bendahara Yayasan Pendidikan Islam Al-Fattah, Usth. Ila Mulhamah, dan Kepala TU SDIT Al-Fattah, Ust. Dena.

“Sekolah yang hebat lahir dari manajemen yang sehat. Unit-unit pendidikan di bawah naungan Pesantren Terpadu Al-Fattah Kuningan ini harus dikelola secara profesional tanpa kehilangan identitas keislamannya, mulai dari efisiensi administrasi hingga standarisasi pelayanan,” ujar Dr. Anton dalam paparannya.

Menurutnya, tata kelola lembaga pendidikan adalah sistem manajemen yang mengarahkan sekolah secara transparan, akuntabel, efisien, dan partisipatif untuk meningkatkan mutu pendidikan, meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, serta melibatkan stakeholder seperti guru, orangtua, dan masyarakat untuk mencapai tujuan bersama, berfokus pada peningkatan hasil belajar siswa dan kinerja lembaga secara keseluruhan. 

“Penetapan visi, misi, tujuan, dan strategi yang jelas, itu termasuk perencanaan kegiatan pendidikan. Di sini, Al-Fattah, sebagai lembaga pendidikan Islam terpadu, sejak awal visinya harus berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah. Dengan begitu, arah dan tujuan lembaga ini akan jelas,” lanjut peneliti dari Mahaka Training Center ini.

Ia menambahan, kurikulum menjadi prioritas utama untuk diperhatikan dan memerlukan implementasi kegiatan pembelajaran serta manajemen yang terstruktur. Tujuannya adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas pengajaran dan hasil belajar siswa.

“Dalam hal ini kepala sekolah berperan sebagai pemimpin yang mengintegrasikan etika, transparansi, dan akuntabilitas. Sedangkan para guru harus bertindak sebagai fasilitator pembelajaran, sehingga memerlukan pelatihan untuk beradaptasi dengan paradigma baru,” tambahnya. 

Ia juga menekankan pentingnya keterbukaan informasi keuangan lembaga dan kebijakan kepada semua pihak terkait, sebagai pertanggungjawaban kinerja. Di samping penggunaan sumber daya secara objektif dan secara optimal untuk mencapai tujuan yang jelas. Dalam hal ini, diperlukan penerapan moral dan nilai dalam pengelolaan untuk mencegah penyimpangan. 

Selama FGD, para peserta yang hadir tampak sangat antusias mengikuti jalannya diskusi. Mereka menyampaikan pertanyaan-pertanyaan yang kerap mereka temui selama bekerja di Pesantren Terpadu Al-Fattah Kuningan.[]

Artikel Lainnya

Oleh : Roland Gunawan

Peran Ayah dalam Mendidik Anak

Oleh : Roland Gunawan

Al-Qur’an Kitab Kemanusiaan

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar