Info Sekolah
Kamis, 26 Feb 2026
  • Pesantren Terpadu Al-Fattah Kuningan
  • Pesantren Terpadu Al-Fattah Kuningan
25 Oktober 2025

Jajak Pendapat: 52% Warga Israel Menentang Pencalonan Netanyahu

Sab, 25 Oktober 2025 Dibaca 153x Berita Internasional

aljazeera.net – Sebuah jajak pendapat yang dilakukan pada hari Jumat menunjukkan bahwa 52% warga Israel menentang Perdana Menteri Benjamin Netanyahu—yang sedang jadi buronan Mahkamah Pidana Internasional—untuk maju dalam Pemilu berikutnya yang dijadwalkan pada tahun 2026.

Menurut jajak pendapat yang diterbitkan oleh saluran berita swasta Israel, Channel 12, 41% warga Israel yakin Netanyahu harus mencalonkan diri dalam Pemilu mendatang.

Sementara itu, 7% responden menolak untuk menyatakan pendapat mereka tentang pencalonan Netanyahu, yang telah mengumumkan niatnya untuk mencalonkan diri dalam Pemilu mendatang sekitar seminggu yang lalu.

Jajak pendapat tersebut menunjukkan bahwa separuh pendukung kubu sayap kanan tidak tahu siapa yang dapat menggantikan Netanyahu sebagai pemimpin kubu tersebut jika ia memutuskan untuk tidak mencalonkan diri.

Saluran tersebut tidak menyebutkan nama organisasi yang melakukan jajak atau memberikan rincian lebih lanjut tentang hasilnya atau pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada responden.

Sebelumnya pada hari Jumat, jajak pendapat lain, yang diterbitkan oleh surat kabar Maariv, mengungkapkan bahwa koalisi Netanyahu di Knesset (parlemen) akan turun dua kursi dibandingkan minggu lalu, menjadi 50 kursi jika Pemilu diadakan hari ini.

Menurut hukum Israel, pembentukan pemerintahan membutuhkan dukungan setidaknya 61 dari 120 anggota Knesset.

Pekan lalu, otoritas penyiaran resmi melaporkan bahwa Netanyahu berencana untuk memajukan Pemilu ke Juni 2026, alih-alih 3 November di tahun yang sama, tanpa pengumuman resmi.

Pemerintah Israel, atas rekomendasi perdana menteri, dapat mengumumkan pembubaran Knesset dan mengadakan Pemilu lebih awal. Keputusan ini juga memerlukan persetujuan presiden Israel.

Netanyahu telah menjabat sebagai perdana menteri selama lima periode yang tidak berturut-turut, menjadikannya perdana menteri dengan masa jabatan terlama dalam sejarah Israel, meskipun banyak kasus korupsi yang telah menghantuinya selama bertahun-tahun.

Selain persidangan atasnya di Israel, Mahkamah Pidana Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan untuknya pada 21 November 2024, atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan kemanusiaan terhadap warga Palestina di Jalur Gaza.[]


Sumber: https://www.aljazeera.net/news/2025/10/25/%d8%a7%d8%b3%d8%aa%d8%b7%d9%84%d8%a7%d8%b9-52-%d9%85%d9%86-%d8%a7%d9%84%d8%a5%d8%b3%d8%b1%d8%a7%d8%a6%d9%8a%d9%84%d9%8a%d9%8a%d9%86-%d9%8a%d8%b9%d8%a7%d8%b1%d8%b6%d9%88%d9%86-%d8%aa%d8%b1%d8%b4%d8%ad

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar