aljazeera.net – Perang genosida Israel di Jalur Gaza meninggalkan berton-ton puing setelah serangan udara, artileri, dan laut yang intens selama dua tahun. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang waktu yang dibutuhkan untuk membersihkannya dan biayanya.
Aljazeera menyajikan peta interaktif yang menunjukkan tingkat keparahan, volume, dan luas puing-puing di berbagai kegubernuran di Jalur Gaza, berkisar antara 500 ton hingga 20.000 ton per sel, menurut Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Perkiraan menunjukkan bahwa biaya yang dibutuhkan melebihi $860 juta untuk membersihkan lebih dari 61 juta ton puing dari seluruh Jalur Gaza dan jalan-jalannya.
Secara total, Jalur Gaza membutuhkan lahan seluas lebih dari 1.000 lapangan sepak bola untuk membersihkan puing-puing.
Menurut laporan Aljazeera, dibutuhkan waktu 15 tahun untuk membersihkan berton-ton puing jika warga Gaza mampu menemukan peralatan untuk membersihkannya, dan 100 truk per hari.
Namun, warga Gaza saat ini menghadapi kesulitan yang signifikan dalam memobilisasi buldoser dan penggalian di bawah puing-puing karena kurangnya peralatan khusus, mesin, dan alat-alat berat untuk membersihkannya.
Pada 9 Oktober, Hamas dan Israel mencapai kesepakatan melalui mediator untuk gencatan senjata dan pertukaran tahanan, berdasarkan rencana yang diusulkan oleh Presiden AS Donald Trump. Tahap pertama perjanjian tersebut mulai berlaku pada hari berikutnya.
Jumlah korban tewas akibat agresi Israel di Gaza telah meningkat menjadi 68.116, selain 170.200 orang terluka sejak 7 Oktober 2023, di samping ribuan orang hilang dan kerusakan besar pada infrastruktur.[]
Tinggalkan Komentar