Info Sekolah
Sabtu, 24 Okt 2026
  • Pesantren Terpadu Al-Fattah Kuningan
  • Pesantren Terpadu Al-Fattah Kuningan
22 Oktober 2026

Semarak Hari Santri 2026: SDIT Al-Fattah Kuningan Tanamkan Jati Diri dan Gelar Kirab Keliling Lengkong

Kam, 22 Oktober 2026 Dibaca 15x Berita

KUNINGAN – Suasana khidmat sekaligus meriah menyelimuti lingkungan Pesantren Terpadu Al-Fattah Kuningan, Kamis (22/10/2026). Rangkaian peringatan Hari Santri Nasional tahun ini diisi dengan kegiatan spiritual, upacara kebangsaan, hingga aksi kreatif santri menyapa warga sekitar.

Kegiatan diawali tepat pukul 07.00 WIB dengan pelaksanaan shalat Dhuha berjamaah di Masjid Al-Azhar. Seluruh santri, dewan guru, hingga dewan pengasuh pesantren turut membaur dalam munajat kepada Allah Swt.. Suasana khusyuk terasa saat para santri memanjatkan doa demi masa depan yang lebih baik, sembari membulatkan tekad untuk istiqomah menjaga disiplin dan sunnah yang menjadi tradisi di almamater mereka.

Usai kegiatan spiritual, para santri berkumpul di lapangan sekolah untuk mengikuti Upacara Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2026. Bertindak sebagai pembina upacara, Direktur Islamic Boarding School Al-Fattah Kuningan, Ust. Andi Heryanto, menyampaikan amanat yang menyentuh hati para santri didik.

Dalam amanatnya, Ust. Andi menekankan bahwa santri bukan sekadar label atau identitas pakaian semata, melainkan jati diri yang harus melekat dalam setiap aspek kehidupan.

“Apa yang terucap dari lisan kita, apa yang nampak dari perilaku kita, apa yang terpikirkan oleh pikiran kita, dan apa yang terdetik di hati kita, harus mencerminkan nilai-nilai santri,” tegas Ust. Andi di hadapan para santri.

Ia juga mengajak para santri untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap sejarah pesantren yang telah eksis dan berkembang pesat, serta rasa terima kasih kepada para ulama dan pahlawan yang telah berjuang merebut kemerdekaan.

“Kita perlu bangga menjadi santri. Namun di samping itu, kita harus memiliki rasa terima kasih kepada para ulama dan pahlawan yang berjuang melawan penjajah dan menghantarkan negeri ini ke pintu gerbang kemerdekaan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Ust. Andi berpesan agar santri tetap menjaga akhlaqul karimah dan meningkatkan prestasi akademik. Ia mengingatkan bahwa esensi belajar di pesantren melampaui sekadar transfer pengetahuan.

“Ilmu saja tidak cukup dicari di pesantren. Yang terpenting adalah mencari keberkahan dari ilmu itu sendiri, yaitu dengan menghormati para ulama dan guru serta mengamalkan ilmu yang telah didapatkan. Yang kita cari selain ilmu itu adalah keberkahan ilmu dan keberkahan guru,” pungkasnya.


Pesta Kreativitas dan Kirab Santri

Suasana berubah menjadi gegap gempita penuh semangat saat para santri berkumpul di Madinah Building untuk mengikuti lomba Yel-Yel Hari Santri. Setiap kelas menampilkan kreativitas terbaik mereka, mencerminkan gelora semangat santri yang siap berbakti untuk agama dan negeri.

Puncak kemeriahan terjadi saat kegiatan Kirab Santri. Didampingi dewan guru, para santri berbaris tertib meninggalkan lingkungan pesantren untuk berkeliling di wilayah Lengkong. Dengan mengenakan berbagai kostum unik dan membawa poster-poster kreatif hasil karya sendiri, mereka menyapa warga sekitar sambil meneriakkan yel-yel Hari Santri.

Warga setempat menyambut antusias iring-iringan santri yang berjalan disiplin sepanjang jalan tersebut.

Rangkaian acara ditutup pada pukul 11.00 WIB saat para santri tiba kembali di pesantren dan melaksanakan shalat Zhuhur berjamaah. Sebelum pulang, acara diakhiri dengan pengumuman dan pembagian hadiah bagi para pemenang lomba Yel-Yel, kostum terbaik, serta kekompakan barisan, sebagai bentuk apresiasi atas semangat dan kreativitas mereka.[RG]

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar