KUNINGAN – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) merilis hasil Rapor Pendidikan SDIT Al-Fattah Kuningan tahun 2025 yang menunjukkan perkembangan beragam jika dibandingkan capaian tahun 2024. Secara umum, seluruh aspek penilaian masih berada dalam kategori “Baik”, namun terdapat peningkatan yang cukup menonjol di beberapa bidang sekaligus penurunan yang perlu menjadi perhatian untuk segera ditindaklanjuti.
Kemampuan Numerasi Jadi Keunggulan Utama
Salah satu sorotan positif terbesar adalah kemampuan numerasi santri SDIT Al-Fattah Kuningan yang meningkat pesat, yakni naik 6,66 poin sehingga mencapai angka 83,33 persen santri yang menguasai kompetensi tersebut.
Pencapaian tersebut menempatkan sekolah pada peringkat atas (1–20%) secara nasional, meski masih berada di level menengah di lingkungan Kabupaten Kuningan. Hal ini menjadi modal berharga yang akan terus dikembangkan sebagai ciri khas unggulan sekolah.
Selain numerasi, kualitas proses pembelajaran juga menunjukkan perbaikan sebesar 3,43 poin, disusul pembentukan karakter santri yang mengalami kemajuan meski masih berjalan lambat sebesar 0,9 poin. Kedua aspek ini masing-masing berada di level menengah bawah kabupaten dan menengah secara nasional.
Literasi, Kebinekaan, dan Keamanan Jadi Perhatian
Di sisi lain, terdapat beberapa indikator yang mengalami penurunan dan perlu penanganan serius. Kemampuan literasi santri turun 3,33 poin meski secara keseluruhan masih dalam kategori “Baik” dengan capaian 86,67 persen. Penurunan serupa juga terjadi pada iklim kebinekaan yang menyusut 3,3 poin, sehingga memerlukan evaluasi mendalam terhadap program pembinaan yang berjalan.
Aspek yang menjadi perhatian paling mendesak adalah iklim keamanan sekolah, yang menjadi indikator dengan capaian terendah meski masih tergolong “Baik”. Penurunan sebesar 0,55 poin ini dipengaruhi oleh rendahnya pemahaman dan sikap terhadap larangan hukuman fisik, baik dari kalangan guru maupun santri. Kondisi ini dinilai berisiko jika tidak segera mendapatkan solusi yang tepat.
Komitmen Perbaikan Berkelanjutan
Menyikapi hasil tersebut, SDIT Al-Fattah Kuningan telah menyusun rencana tindak lanjut yang terarah. Pihak sekolah berkomitmen untuk mempertahankan dan mengembangkan keunggulan di bidang numerasi melalui berbagi praktik baik antar guru. Sementara itu, untuk meningkatkan kemampuan literasi akan dijalankan program pembiasaan membaca harian dan kegiatan pendukung lainnya.
Terkait iklim keamanan, akan diadakan pelatihan disiplin positif tanpa kekerasan bagi guru serta sosialisasi menyeluruh kepada warga sekolah dan orangtua/wali santri. Penguatan nilai toleransi dan kebersamaan juga akan menjadi fokus untuk memulihkan iklim kebinekaan. Seluruh upaya akan dipantau secara berkala setiap enam bulan guna memastikan terjadinya perbaikan yang konsisten.
Kepala SDIT Al-Fattah Kuningan, Ust. Masyhudi, S.Pd., menyampaikan bahwa rapor ini menjadi cermin kinerja yang objektif. “Hasil ini menjadi bahan evaluasi bersama. Kami bersyukur ada kemajuan, namun kami juga sadar masih ada ruang untuk ditingkatkan. Dengan kerja sama semua pihak, kami yakin dapat menjadikan sekolah ini semakin berkualitas, aman, dan nyaman bagi seluruh warganya,” ujarnya.[]

Tinggalkan Komentar