Info Sekolah
Minggu, 14 Jun 2026
  • Pesantren Terpadu Al-Fattah Kuningan
  • Pesantren Terpadu Al-Fattah Kuningan
9 Juni 2026

Pelepasan Santri Kelas 6 SDIT Al-Fattah Kuningan di Bumi Pelangi

Sel, 9 Juni 2026 Dibaca 23x Berita

KUNINGAN – Suasana haru dan penuh kehangatan menyelimuti Bumi Pelangi, Jalaksana, Kuningan, pada Senin malam, 8 Juni 2026. SDIT Al-Fattah Kuningan menggelar acara pelepasan santri kelas 6 tahun ajaran 2025/2026 yang dihadiri oleh dewan pengasuh Pesantren Terpadu Al-Fattah Kuningan, dewan guru, santri, serta orangtua dan wali santri.

Acara dimulai tepat pukul 19.00 WIB dengan pembukaan berupa pembacaan ayat suci al-Qur’an dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Pembawa acara kemudian menyampaikan maksud dan tujuan kegiatan, serta memperkenalkan susunan acara yang akan berlangsung.

Kepala SDIT Al-Fattah Kuningan, Ust. Masyhudi, S.Pd., dalam sambutannya mengapresiasi usaha keras para santri Kelas 6 selama enam tahun menempuh pendidikan, sekaligus berpesan agar kelak tetap semangat belajar dan menjaga nama baik almamater.

“Apa yang kalian capai saat ini, itu adalah hasil kerja keras kalian selama enam tahun belajar di Al-Fattah. Jangan pernah berhenti belajar, karena belajar adalah kewajiban manusia seumur hidup. Raihlah cita-cita setinggi mungkin, dan jangan pernah menyerah menghadapi berbagai cobaan hidup,” pesannya.

Sambutan juga disampaikan oleh perwakilan dewan pengasuh Pesantren Terpadu Al-Fattah Kuningan, Dr. K.H. Aik Iksan Anshori, MA.Hum., yang mengingatkan para santri mengenai makna kelulusan. Menurutnya, kelulusan bukan berarti selesainya seluruh perjalanan menuntut ilmu, melainkan sebagai tanda berakhirnya satu jenjang pendidikan dan dimulainya jenjang yang lebih tinggi. 

“Kelulusan ini adalah buah dari usaha, kesabaran, dan ketekunan kalian selama enam tahun menuntut ilmu di pesantren, yang juga merupakan tanda bahwa kalian telah memiliki bekal dasar ilmu agama dan ilmu umum yang cukup untuk melangkah lebih jauh, serta menjadi modal awal dalam membentuk akhlak yang mulia,” tuturnya.

Selanjutnya, Kiai Aik berpesan kepada para santri. Pertama, terus menuntut ilmu di mana pun berada. Tidak pernah merasa cukup dengan apa yang telah didapatkan, karena ilmu itu cahaya yang akan menuntun jalan hidup.

Kedua, menjaga akhlak dan iman. Ilmu tanpa akhlak tidak akan membawa manfaat. Maka perlu menerapkan ajaran agama dalam setiap perbuatan, baik di rumah, sekolah, maupun di masyarakat.

Ketiga, tetap rendah hati dan menghormati orangtua serta guru. Tidak pernah melupakan jasa-jasa mereka yang telah membimbing dan mendoakan.

“Harapan kami, semoga kelak kalian dapat menjadi anak yang saleh/salehah, berguna bagi agama, nusa, bangsa, dan orang tua. Jadilah generasi yang membawa kebaikan dan dapat membanggakan almamater tercinta ini,” pungkasnya.

Salah satu momen yang paling ditunggu adalah penyalaan api unggun. Di bawah langit malam, api yang menyala terang melambangkan semangat, harapan, dan kebersamaan. Para santri, guru, dan orangtua duduk melingkar, menciptakan suasana yang hangat dan akrab.

Suasana semakin khidmat saat tiba sesi pengumuman kelulusan. Kepala sekolah secara resmi menyatakan bahwa seluruh siswa kelas 6 dinyatakan lulus 100 persen. Pengumuman disambut dengan sorak gembira dan tepuk tangan meriah dari seluruh hadirin.

Setelah itu, dilaksanakan sesi ramah tamah dan salam-salaman. Para santri bersalaman, dan memohon maaf dan berterima kasih kepada para guru, serta sesama teman. Banyak di antara mereka yang saling berpelukan sebagai tanda kenangan dan persahabatan.

Acara ditutup dengan doa bersama dan penyerahan kenang-kenangan. Kegiatan berakhir pukul 23.30 WIB dalam keadaan tertib dan lancar. Semoga para santri yang telah dilepas dapat melanjutkan pendidikan dengan lebih baik dan menjadi generasi yang berguna bagi nusa dan bangsa.[RG]

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar