Info Sekolah
Kamis, 26 Feb 2026
  • Pesantren Terpadu Al-Fattah Kuningan
  • Pesantren Terpadu Al-Fattah Kuningan
27 November 2025

Seminar Pendidikan: Membangun Budaya Sekolah yang Inklusif dan Berkarakter Melalui Kepemimpinan Profesional

Kam, 27 November 2025 Dibaca 59x Berita

Kuningan – SDIT Al-Fattah Kuningan sukses menyelenggarakan Seminar Pendidikan dalam Rangka Memperingati Hari Guru Nasional bersama Dr. Nanan Abdul Manan, M.Pd., Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Kuningan. 

Seminar yang mengusung tema “Membangun Budaya Sekolah yang Inklusif dan Berkarakter Melalui Kepemimpinan Profesional” tersebut digelar di Madinah Building Pesantren Terpadu Al-Fattah Kuningan, Kamis (11/27).

Acara ini dihadiri ratusan peserta yang terdiri dari perwakilan Dinas Pendidikan Kab. Kuningan, delegasi dari sejumlah lembaga pendidikan di Kuningan, para guru dari berbagai unit pendidikan di bawah naungan Pondok Pesantren Terpadu Al-Fattah Kuningan, serta peserta umum dari berbagai kalangan di seluruh Kuningan.

Acara yang dimulai pada pukul 08.30 WIB ini diramaikan dengan pertunjukan santri/wati SDIT Al-Fattah yang menampilkan kepiawaian mereka dalam hitung cepat perkalian dan penjumlahan dengan metode Stenomat, kemudian dilanjutkan dengan penampilan Storytelling menggunakan Bahasa Inggris, dan doa untuk kelancaran acara yang dibacakan oleh Wakil Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren Terpadu Al-Fattah Kuningan, K.H. Aik Iksan Anshori, Lc., M.A.Hum.

Dalam sambutannya, Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren Terpadu Al-Fattah Kuningan, Dr. K.H. Aang Asy’ari, Lc., M.S.I., menyampaikan, “Seminar pagi ini kami selenggarakan sebagai salah satu dari rangkaian kegiatan Peringatan Hari Guru Nasional. Kita sangat berharap nasib guru ke depan bisa lebih baik dan lebih sejahtera sehingga punya kekuatan untuk bisa mendidik dan mencetak generasi-generasi bangsa yang cerdas dan unggul.”

Dalam paparannya, Dr. Nanan Abdul Manan, M.Pd. mengatakan, “Hari ini kita, terutama bunda-bunda yang hadir di sini, yang berprofesi sebagai guru, adalah pemimpin. Karena bunda-bunda ini punya kepekaan dan banyak pertimbangan. Dan anak-anak, biasanya, dekatnya dengan bunda-bunda ini. Di sinilah pentingnya minset positif kepemimpinan yang dalam bahasa agama disebut qudwah, yang juga berarti keteladanan.”

Qudwah, kata Dr. Nanan Abdul Manan, adalah contoh, di mana seseorang dijadikan panutan atau contoh dalam ucapan dan perbuatan. Dan ini, tidak bisa tidak, harus berangkat dari keyakinan dan kepercayaan diri. Dalam artian, seseorang yang menjadi teladan harus selalu yakin dan percaya diri bisa membawa siapapun yang menjadikannya panutan ke jalan yang lebih baik.

“Pemimpin yang yakin dan percaya diri, ia akan selalu tenang, senang dan ceria. Ia istiqamah dalam kebaikan, mampu memberikan manfaat, dan menjadi teladan bagi orang lain. Dalam konteks dakwah, qudwah adalah metode yang mengutamakan sikap dan perbuatan sebagai cara edukasi yang paling efektif untuk membentuk karakter anak-anak,” jelasnya.

Selain dialog dan diskusi, dalam seminar ini juga ada launching kurikulum internasional yang diresmikan langsung oleh Korwil Bidikcam Garawangi, Dr. Dadang Darsono, M.M.Pd.

“Al-Fattah ini sudah lama saya kenal, sebuah lembaga pendidikan Islam yang sangat maju dari sisi metode pendidikannya. Terbukti anak-anak yang sekolah di sini meraih banyak prestasi dan punya akhlak yang baik. Kami sangat bangga dengan mereka, dan sangat mengapresiasi kerja keras para kiai dan guru di Al-Fattah karena mendidik dan mengasuh mereka dengan baik. Adanya kurikulum internasional ini semakin menambah keyakinan kita akan prestasi anak-anak Al-Fattah di masa depan,” tutur Pak Dadang.

Harapan kebaikan disampaikan oleh Kiai Aang, “Dengan hadirnya Kurikulum Internasional ini, prestasi gemilang para santri Al-Fattah di masa depan bukan hanya sekadar cita-cita, tetapi juga merupakan sesuatu yang kita harapkan benar-benar terwujud dengan dukungan dan doa semua pihak, para guru, wali santri, dan pemerintah.”[RG]

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar