Info Sekolah
Kamis, 26 Feb 2026
  • Pesantren Terpadu Al-Fattah Kuningan
  • Pesantren Terpadu Al-Fattah Kuningan
17 November 2025

Smartphone, Si Pencuri Waktu

Sen, 17 November 2025 Dibaca 38x Edukasi

Selama dekade terakhir, setelah ledakan revolusi informasi dan penyebaran media sosial di seluruh dunia, penggunaan smartphone telah meluas hingga mencakup semua kelas dan kategori sosial, dari kaya hingga miskin, laki-laki dan perempuan, muda hingga tua, berkat besarnya jumlah informasi yang diperoleh pengguna smartphone hanya dengan sekali klik, mendekatkan yang jauh dan mempermudah yang sulit.

Tak ada bidang yang tak dapat diakses secepat kilat, dan informasi yang melimpah tentangnya dapat diperoleh, sehingga tak perlu lagi menelusuri halaman-halaman buku dan sumber referensi yang telah menjadi sejarah karena upaya, waktu, dan kesabaran yang dibutuhkan.

Penggunaan smartphone telah berkembang menjadi identitas setiap orang, bersamaan dengan apa yang disediakannya berupa akun media sosial, foto dan video pribadi, serta pengunggahan berkas dan penelitian bagi para pelajar dan peneliti, dan bahkan kartu bank digital yang memudahkan proses belanja tanpa perlu membawa uang tunai.


“Kecanduan smartphone telah menjadi salah satu masalah paling menonjol di era digital, dan memiliki banyak efek negatif yang memengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia.”


Kecanduan Smartphone

Masalah bagi mereka yang terus-menerus bergantung pada smartphone adalah mereka menjadi kecanduan dan tak mampu melepaskan diri dari daya tariknya, menjadi tawanan dan sandera penemuan teknologi yang luar biasa ini.

Hal ini menimbulkan banyak konsekuensi dan masalah negatif. Di sinilah letak masalah dan bahayanya, karena kita telah lama belajar bahwa segala sesuatu yang berlebihan akan merugikan dirinya sendiri.

Oleh karena itu, penting untuk membatasi penggunaan ponsel guna menghindari bahaya yang dapat menimpa penggunanya dalam jangka menengah dan panjang.


Dampak Negatif Kecanduan Smartphone

Kecanduan smartphone telah menjadi salah satu masalah paling menonjol di era digital, dengan berbagai konsekuensi negatif yang memengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk:

  • Masalah kesehatan dan fisik: seperti mata tegang, mata kering, dan rabun jauh akibat terlalu lama menatap layar.

Kecanduan smartphone juga dapat menyebabkan masalah leher dan punggung, yang menyebabkan nyeri hebat akibat postur tubuh yang buruk.

Lebih lanjut, menatap cahaya biru yang dipancarkan layar merupakan penyebab utama insomnia di kalangan anak muda, karena mengurangi produksi melatonin, hormon yang mengatur tidur.

Tidak diragukan lagi bahwa kecanduan melihat smartphone mengurangi keinginan untuk bergerak dan berolahraga, yang menyebabkan peningkatan berat badan yang nyata karena kurangnya gerakan dan keasyikan yang berkepanjangan dengan smartphone.


“Penggunaan media sosial yang berlebihan memperkuat perbandingan negatif dan perasaan tidak mampu, yang mengarah pada kecanduan perilaku di mana smartphone menjadi tempat berlindung untuk melarikan diri dari kenyataan alih-alih menghadapinya.”


  • Masalah psikologis dan mental: Masalah psikologis dapat saling terkait, menyebabkan kecemasan dan stres karena terus-menerus memeriksa notifikasi dan takut ketinggalan.

Lebih lanjut, fokus melemah dan produktivitas menurun karena pikiran yang terpecah-pecah dan terus-menerus berpindah antar aplikasi.

Risiko lainnya adalah depresi dan isolasi sosial. Penggunaan media sosial yang berlebihan memperkuat perbandingan negatif dan perasaan tidak mampu, yang mengarah pada kecanduan perilaku di mana ponsel menjadi tempat berlindung untuk melarikan diri dari kenyataan, alih-alih menghadapinya.

  • Masalah sosial: seperti keretakan hubungan keluarga akibat masing-masing individu sibuk dengan ponsel sehingga mengabaikan dialog keluarga, dan isolasi sosial akibat kurangnya interaksi langsung dengan orang lain.

Selain itu, ketergantungan pada pesan teks melalui metode komunikasi yang umum dapat mengurangi kualitas komunikasi antarmanusia.

  • Masalah akademik dan profesional: seperti penurunan prestasi akademik akibat membuang-buang waktu untuk bermain game dan media sosial.

Lebih lanjut, keasyikan dengan smartphone selama jam kerja pasti akan menyebabkan penurunan produktivitas karyawan karena seringnya gangguan dalam pekerjaan.


“Hidup tanpa smartphone kini terasa mustahil dalam kehidupan modern kita, karena keterkaitannya dengan kehidupan, kekhawatiran, dan masalah kita sehari-hari. Namun, pandangan yang benar adalah bahwa bersikap moderat dalam segala hal mendatangkan manfaat dan menjauhkan dari bahaya.”


  • Masalah perilaku dan keamanan: Studi menunjukkan bahwa penggunaan smartphone saat mengemudi merupakan penyebab utama kecelakaan lalu lintas.

Banyak remaja putra dan putri juga menjadi korban perundungan syber, pelecehan, dan penipuan.

Belum lagi pemborosan waktu. Waktu itu tak ternilai harganya, dan orang yang terlalu asyik dengan smartphone-nya mungkin menghabiskan waktu berjam-jam tanpa manfaat nyata, mengabaikan kebutuhan dasarnya.


Jalan Terbaik Adalah Jalan Tengah

Hidup tanpa smartphone kini terasa mustahil dalam kehidupan modern kita, karena keterkaitannya dengan kehidupan, kekhawatiran, dan masalah kita sehari-hari. Namun, pandangan yang benar adalah bahwa bersikap moderat dalam segala hal mendatangkan manfaat dan menjauhkan dari bahaya.

Cara terbaik untuk mencapai tujuan ini adalah dengan menjalani kehidupan normal, termasuk bekerja, makan, rekreasi, dan wisata, lalu mengalokasikan waktu khusus untuk melihat smartphone, dengan catatan waktu tersebut diselingi untuk mengistirahatkan mata dan menghindari bahaya serta komplikasi, serta memanfaatkan manfaat smartphone semaksimal mungkin.[RG]


Sumber: dari berbagai sumber

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar