Oleh: Ust. Masyhudi, S.Pd., Kepala SDIT Al-Fattah Kuningan
Alkisah, di sebuah negeri yang jauh, berdiri sebuah lembaga besar yang dikenal sebagai Lembaga Menara Cahaya. Tugas lembaga ini mulia: menjaga agar api di puncak menara tetap menyala demi menerangi jalan seluruh penduduk negeri.
Keselarasan (Satu Kompas yang Sama)
Dulu, para penjaga menara bekerja dengan giat, namun anehnya, api menara sering meredup. Setelah diselidiki, ternyata bagian mesin ingin mempercepat putaran, sementara bagian bahan bakar ingin menghemat persediaan, dan bagian pemeliharaan ingin menghentikan mesin untuk pembersihan.
Mereka bekerja keras, tetapi ke arah yang berbeda-beda. Sang pemimpin kemudian mengumpulkan mereka dan berkata, “Lembaga ini bagai sebuah tubuh. Jika kaki ingin ke timur dan tangan ingin ke barat, kita akan jatuh tersungkur. Keselarasan bukan berarti kita melakukan hal yang sama, tetapi berarti semua langkah kita tertuju pada satu tujuan yang sama: Cahaya bagi Negeri.”
Keharmonisan (Nada yang Berpadu)
Setelah tujuan disamakan, tantangan baru muncul. Gesekan ego mulai terasa. Suasana di dalam lembaga menjadi kaku dan dingin. Pekerjaan selesai, namun hati para pekerjanya lelah karena penuh kecurigaan.
Suatu hari, mereka mendengarkan sebuah orkestra. Sang pemimpin berbisik, “Lihatlah orkestra itu. Ada biola yang melengking tinggi, ada celo yang bersuara rendah, dan ada drum yang berdentum keras. Jika semua ingin menjadi yang paling nyaring, yang terdengar hanyalah kebisingan. Namun, ketika mereka saling menghargai jeda dan nada satu sama lain, terciptalah keharmonisan. Begitulah kita. Kemajuan program bukan hasil dari siapa yang paling hebat, tapi dari seberapa indah kita saling menghargai perbedaan.”
Kerjasama (Jembatan yang Saling Menguatkan)
Tibalah musim badai. Beban kerja lembaga meningkat berkali lipat. Program-program besar yang telah direncanakan nyaris runtuh karena besarnya tantangan. Di sinilah mereka belajar tentang pilar terakhir: Kerjasama.
Mereka menyadari bahwa tidak ada satu orang pun yang mampu memanggul beban seluruh menara sendirian. Bagian administrasi menjadi tiang yang kokoh, bagian lapangan menjadi atap yang melindungi, dan bagian kreatif menjadi jendela yang memberi udara segar. Mereka berhenti bertanya, “Apa tugas saya?” dan mulai bertanya, “Apa yang bisa saya bantu agar pekerjaanmu lebih mudah?”
Penutup: Cahaya yang Tak Pernah Padam
Sejak saat itu, Lembaga Menara Cahaya tidak pernah lagi mengalami redup. Program-program mereka melesat maju, melampaui apa yang pernah dibayangkan sebelumnya.
Bukan karena mereka memiliki teknologi paling canggih, melainkan karena di dalam lembaga itu telah tertanam tiga mantra sakti: Keselarasan dalam visi, Keharmonisan dalam hati, dan Kerjasama dalam aksi.
Sebab mereka tahu, sebuah lembaga bukan sekadar gedung atau tumpukan dokumen. Lembaga adalah sebuah janji bersama untuk maju, yang hanya bisa ditepati jika semua orang bergerak sebagai satu kesatuan yang utuh.
Pesan Moral:
Kemajuan sebuah lembaga tidak ditentukan oleh kecepatan individu, melainkan oleh kekuatan ikatan di antara mereka.[]
Tinggalkan Komentar