Info Sekolah
Kamis, 26 Feb 2026
  • Pesantren Terpadu Al-Fattah Kuningan
  • Pesantren Terpadu Al-Fattah Kuningan
2 Januari 2026

SDIT Al-Fattah Kuningan Gelar Rapat Kelompok Kerja Guru (KKG)

Jum, 2 Januari 2026 Dibaca 45x Berita

KUNINGAN – Jumat (02/01/26) SDIT Al-Fattah Kuningan mengadakan rapat KKG (Kelompok Kerja Guru) untuk memulai program sekolah satu semester ke depan. Ust. Masyhudi, S.Pd., Kepala SDIT Al-Fattah Kuningan memimpin rapat yang biasa dilaksanakan di awal semester ini. Dengan penuh semangat dan optimisme ia menyampaikan beberapa patah kata sebagai pembuka.

“Sebagai guru kita harus senantiasa bersyukur atas segala karunia, karena Allah masih memberi kesempatan pada kita untuk menjadi pendidik. Dan sudah menjadi keharusan bagi kita untuk terus berpikir keras bagaimana caranya supaya segala amal kita benar-benar terlaksana hanya atas dasar cinta kepada Allah dan tidak demi yang lainnya,” ujarnya.

Hampir seluruh guru SDIT Al-Fattah Kuningan hadir dalam rapat ini, termasuk Usth. Yesti Puspitasari, S.Sy., M.E., Kepala HRD Pesantren Terpadu Al-Fattah Kuningan, Ust. Andi Heryanto, Direktur Al-Fattah Boarding School, Usth. Susi Susilawati, S.Pd., Gr., M.Pd., Waka Kurikulum SDIT Al-Fattah Kuningan, dan Usth. Susi Susanti, S.Pd., Waka Kesiswaan SDIT Al-Fattah Kuningan.

Di antara kegiatan dalam rapat yang berlangsung selama kurang lebih 3 jam tersebut adalah presentasi yang disampaikan oleh Usth. Susi Susilawati, S.Pd., Gr., M.Pd. tentang “Inspirasi Penggunaan Bahan Ajar Interaktif untuk Digitalisasi Pembelajaran”.

“Perkembangan teknologi telah mengubah cara belajar, mengakses informasi, dan berinteraksi di kelas. Sekolah dituntut untuk beradaptasi dengan lingkungan belajar yang lebih modern dan digital,” tutur Usth. Susi menjelaskan latar belakang pentingnya digitalisasi dalam pembelajaran.

Ia menegaskan bahwa, para guru membutuhkan inspirasi dan panduan untuk merancang bahan ajar interaktif digital yang sesuai dengan kurikulum dan kebutuhan para siswa. Hal ini untuk mendorong para siswa agar belajar secara fleksibel, eksploratif, dan personal.

“Bahan ajar interaktif adalah bahan ajar yang memungkinkan para siswa untuk berinteraksi langsung dengan bahan ajar tersebut, sehingga mereka tidak sekadar menjadi penonton dan penyimak yang pasif. Kenapa bahan ini diperlukan? Di antaranya, tentu saja, untuk meningkatkan partisipasi siswa, memfasilitasi pemahaman mendalam, menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan dan personal, memberikan umpan balik instan, serta mendorong untuk berpikir kritis dan pemecahan masalah,” imbuhnya.

Bahan ajar interaktif, menurutnya, tidak akan bergerak atau memberikan informasi baru sampai siswa melakukan sesuatu. Dan saat siswa melakukan sesuatu, bahan ajar interaktif akan memberikan umpan balik. Misalnya, jika siswa menjawab pertanyaan, sistem akan memberitahu apakah jawabannya benar atau salah. Hal ini berarti, bahan ajar interaktif itu tidak statis, bisa berubah atau menyesuaikan diri berdasarkan interaksi siswa. 

Pada sesi berikutnya para guru dibagi menjadi empat kelompok, dan masing-masing kelompok diberi tugas untuk merancang bahan ajar interaktif sesuai dengan materi pelajaran yang diampu. Menariknya, setiap kelompok memilih kuis interaktif berbasis game sebagai bahan ajar yang dinilai akan membuat proses belajar-mengajar terasa hidup dan menyenangkan.[RG].

Artikel Lainnya

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar