Oleh: Nadiya Siti Mardiyah, Guru TKIT Al-Fattah Kuningan
Hari ini, 25 November 2025, kita tidak hanya memperingati Hari Guru Nasional, tetapi juga merayakan keajaiban dedikasi yang terwujud nyata di setiap sudut ruang kelas TKIT Al-Fattah Kuningan. Ini adalah penghormatan tulus kepada para guru yang mulia.

Guru: Sang Pemetik Bintang dan Penanam Benih Qur’ani
Di usia emas (golden age) anak-anak, guru hadir sebagai arsitek spiritual yang paling vital. Guru menerima tangan mungil yang penuh rasa ingin tahu dan mengembalikannya kepada kami dengan hati yang mulai mengenal tauhid dan lisan yang fasih melafalkan doa-doa harian.
Guru mengajarkan bahwa dunia ini adalah madrasah, dan setiap langkah adalah ibadah. Kami menyaksikan:

Metafora Jejak Kaki Emas
Kami percaya, setiap jejak langkah kaki anak-anak dimasa depan, mulai dari shalat subuh yang khusyuk hingga kepemimpinan yang adil, memiliki jejak emas yang Anda tanamkan saat mereka masih berlutut belajar Iqra’ atau berebut mainan di kelas. Guru telah memberikan mereka kompas moral agar tidak tersesat dalam lautan kehidupan.

Kepada Guru TKIT Al-Fattah Kuningan:
Terima kasih atas cinta yang tak bertepi, atas ilmu yang berkah, dan atas doa-doa tersembunyi yang selalu menyertai Ananda. Semoga setiap kelelahan setiap guru dibalas Allah SWT dengan pahala berlipat ganda, menjadikan Anda sebaik-baiknya manusia yang mengajarkan kebaikan.
Selamat Hari Guru Nasional 2025. Jazakumullahu khairan katsiran!

Tinggalkan Komentar