Oleh: Usth. Reina Fajriani, Guru Tahfidh SDIT Al-Fattah Kuningan
Kepribadian seorang anak secara langsung dipengaruhi oleh pola asuhnya. Keluarga yang penuh kasih sayang dan rasa hormat menumbuhkan rasa aman dan percaya diri anak, sehingga mereka lebih mampu berinteraksi secara efektif dengan orang lain.
Sebaliknya, keluarga yang kurang stabil secara emosional atau sering dilanda konflik dapat menyebabkan anak mengalami kecemasan, introversi, atau bahkan agresi dan kecenderungan perundungan. Suasana keluarga yang tenang, yang dilandasi pemahaman dan dialog, membantu menanamkan nilai-nilai moral dan meningkatkan kemampuan anak untuk memecahkan masalah serta terlibat dalam interaksi sosial yang sehat.
Keluarga merupakan dasar perkembangan kepribadian anak, dan merupakan lembaga pertama yang berinteraksi dengan anak sejak lahir. Melalui keluargalah anak-anak memperoleh nilai-nilai dan perilaku yang membentuk identitas mereka.
Keluarga bukan sekadar kerangka sosial yang memenuhi kebutuhan materi anak; keluarga adalah lingkungan pengasuhan yang memberikan kasih sayang dan rasa aman serta berkontribusi pada perkembangan keterampilan intelektual, emosional, dan sosial anak. Oleh karena itu, peran keluarga dalam membentuk kepribadian anak menjadi faktor paling berpengaruh bagi kehidupan mereka di masa depan.
Keluarga yang memberikan kasih sayang, dukungan, dan bimbingan yang tepat akan membentuk individu yang mampu beradaptasi dengan baik dan menghadapi tantangan hidup dengan percaya diri dan positif. Karenanya, pemahaman orangtua tentang metode pengasuhan modern dan komitmen mereka untuk menyediakan lingkungan keluarga yang sehat menjadi kunci utama dalam mendidik generasi yang sadar dan bertanggungjawab serta mampu berkontribusi dalam pembangunan masyarakat secara lebih baik.
Secara khusus, orangtua memainkan peran utama dalam membentuk kepribadian anak melalui interaksi mereka dengan anak-anak. Dan anak-anak sangat dipengaruhi oleh perilaku orangtua mereka dan cenderung menirunya. Jika orangtua memiliki akhlak yang baik seperti kejujuran, rasa hormat, dan toleransi, anak akan dengan mudah memperoleh sifat-sifat tersebut.
Sifat hubungan antara para orangtua sendiri juga memainkan peran penting dalam membentuk pemahaman anak tentang hubungan antarmanusia. Jika hubungan tersebut didasarkan pada rasa hormat dan kerja sama, anak akan tumbuh dengan menghargai nilai-nilai ini dan mengamalkannya dalam kehidupan mereka di masa depan.
Peran orangtua tidak terbatas pada pengasuhan langsung; hal ini juga terlihat dari cara mereka membimbing dan mendorong anak mereka untuk membuat keputusan hidup yang tepat. Keluarga yang memberi anak kesempatan untuk mengungkapkan pendapat dan mendorong kemandirian dapat membantu mereka mengembangkan kepribadian yang kuat dan mandiri. Keluarga yang menerapkan pendekatan yang terlalu mengontrol atau terlalu memanjakan dapat menciptakan anak yang bergantung pada orang lain atau kurang percaya diri.
Tidak diragukan lagi, komunikasi dalam keluarga merupakan salah satu faktor terpenting yang memengaruhi kepribadian anak. Keluarga dengan lingkungan yang komunikatif, tempat anak-anak dapat mengungkapkan perasaan dan pikiran mereka tanpa rasa takut, membantu mereka membangun karakter dan menumbuhkan interaksi sosial yang sehat.
Ketika orangtua mendengarkan anak-anak mereka dengan penuh perhatian dan memahami kebutuhan psikologis dan emosional mereka, itu akan memperkuat rasa aman dan rasa memiliki dalam diri anak. Sebaliknya, pengabaian atau kritik yang terus-menerus dapat menyebabkan anak kehilangan kepercayaan diri dan membuatnya rentan terhadap isolasi atau pengaruh negatif dari lingkungan sekitar.[RF]
Tinggalkan Komentar