Info Sekolah
Senin, 23 Feb 2026
  • Pesantren Terpadu Al-Fattah Kuningan
  • Pesantren Terpadu Al-Fattah Kuningan
3 November 2025

Pentingnya Komunikasi antara Guru dan Murid dalam Proses Pembelajaran

Sen, 3 November 2025 Dibaca 137x Edukasi

Oleh: Ust. Rifal Nirwana, S.Sos., Kepala Departemen Multimedia Al-Fattah


Komunikasi merupakan bagian penting dalam kehidupan manusia, termasuk dalam dunia pendidikan. Di sekolah, komunikasi menjadi jembatan antara guru dan murid dalam proses belajar-mengajar. Tanpa adanya komunikasi yang baik, penyampaian materi, pemahaman konsep, hingga pembentukan karakter siswa akan sulit tercapai. Oleh karena itu, komunikasi bukan hanya sekadar berbicara atau menyampaikan informasi, tetapi juga melibatkan kemampuan mendengarkan, memahami, serta merespon dengan empati.

Dalam bukunya, Komunikasi Pendidikan: Komunikasi Efektif antara Guru dan Siswa di Sekolah, Daryanto mengatakan, “Komunikasi dalam pendidikan merupakan proses penyampaian pesan yang dilakukan oleh guru kepada siswa untuk mempengaruhi perilaku, sikap, dan pemahaman mereka agar terjadi perubahan menuju arah yang lebih baik.”

Hubungan antara guru dan murid yang dilandasi komunikasi yang sehat akan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing dan motivator yang membantu siswa memahami makna belajar secara lebih luas.


Peran Komunikasi dalam Pembelajaran

Komunikasi antara guru dan murid berfungsi untuk menyampaikan pengetahuan, menumbuhkan sikap positif, serta membentuk perilaku sosial yang baik. Dalam konteks pembelajaran, komunikasi efektif membantu guru dalam menjelaskan materi dengan lebih mudah dipahami oleh siswa.

Guru yang mampu berkomunikasi dengan baik akan lebih mudah menarik perhatian siswa. Mereka dapat menyesuaikan gaya bahasa, intonasi, dan metode penyampaian sesuai tingkat kemampuan serta karakter siswa. Sebaliknya, guru yang kurang memperhatikan aspek komunikasi sering kali menghadapi kendala seperti kurangnya partisipasi siswa, rendahnya pemahaman, dan munculnya kesalahpahaman di kelas.

Komunikasi juga berperan penting dalam membangun kepercayaan. Ketika siswa merasa dihargai dan didengarkan, mereka akan lebih berani menyampaikan pendapat dan bertanya tanpa rasa takut. Hal ini akan menumbuhkan rasa percaya diri serta meningkatkan keterlibatan aktif dalam kegiatan belajar.


Komunikasi Dua Arah: Kunci Efektivitas Belajar

Proses belajar yang ideal bukanlah komunikasi satu arah, di mana guru hanya berperan sebagai penyampai informasi, melainkan komunikasi dua arah yang memungkinkan interaksi aktif antara guru dan murid. Dalam komunikasi dua arah, guru berperan sebagai fasilitator yang memotivasi siswa untuk berpikir kritis dan mandiri.

Misalnya, ketika guru memberikan pertanyaan terbuka dan memberi kesempatan kepada siswa untuk menjawab, berdiskusi, atau bahkan menanyakan balik hal yang belum dipahami, di situlah terjadi pembelajaran yang bermakna. Siswa tidak hanya menghafal, tetapi benar-benar memahami materi secara mendalam.

Selain itu, komunikasi dua arah juga membentuk hubungan emosional yang kuat. Siswa merasa dihargai sebagai individu yang pendapatnya penting. Guru pun dapat mengenali kebutuhan, minat, dan kesulitan belajar masing-masing siswa. Dengan begitu, strategi pengajaran dapat disesuaikan sehingga hasil belajar menjadi lebih optimal.


Hambatan dalam Komunikasi Guru dan Murid

Meski penting, komunikasi antara guru dan murid sering kali menghadapi beberapa hambatan. Beberapa di antaranya adalah:

  • Perbedaan persepsi dan latar belakang. Guru dan murid mungkin memiliki cara pandang yang berbeda terhadap suatu topik atau nilai tertentu.
  • Kurangnya kepercayaan diri pada siswa. Banyak siswa merasa takut atau malu untuk mengemukakan pendapat karena khawatir salah atau dimarahi.
  • Gaya komunikasi yang terlalu kaku dari guru. Guru yang terlalu otoriter atau kurang terbuka bisa membuat siswa enggan berinteraksi.
  • Faktor teknologi dan media pembelajaran. Dalam era digital, penggunaan media daring juga memengaruhi cara guru dan siswa berkomunikasi. Jika tidak dikelola dengan baik, justru dapat mengurangi kedekatan personal.

Untuk mengatasi hambatan tersebut, guru perlu meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal, menggunakan pendekatan yang lebih humanis, serta menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung.


Dampak Komunikasi Efektif bagi Proses Belajar

Komunikasi yang baik membawa banyak manfaat bagi guru maupun murid. Beberapa dampak positifnya antara lain:

  • Meningkatkan motivasi belajar siswa. Siswa yang merasa diperhatikan dan dihargai akan lebih semangat belajar
  • Meningkatkan pemahaman terhadap materi pembelajaran. Penjelasan yang jelas dan kesempatam untuk bertanya membuat siswa lebih mudah memhami konsep yang diajarkan.
  • Membentuk karakter dan sikap positif. Melalui komunikasi yang santun dan teruka, siswa belajar menghargai pendapat orang lain.
  • Menciptakan suasana belajar yang harmonis. Hubungan yang baik antara guru dan murid mendorong kerjasama, kedisplinan dan rasa tanggung jawab bersama.

Kesimpulan

Komunikasi merupakan jantung dari proses pembelajaran. Tanpa komunikasi yang efektif, tujuan pendidikan akan sulit tercapai. Guru dan murid harus sama-sama berkomitmen untuk membangun komunikasi yang terbuka, saling menghargai, dan empatik. Guru perlu memahami bahwa setiap siswa memiliki karakter dan kebutuhan yang berbeda, sementara siswa juga harus belajar untuk berani berbicara, mendengarkan, dan menghormati guru.

Dengan komunikasi yang baik, sekolah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga tempat tumbuhnya karakter, kepribadian, dan hubungan kemanusiaan yang kuat antara guru dan murid.[]


________________________

Daftar Pustaka

  • Daryanto. (2013). Komunikasi Pendidikan: Komunikasi Efektif antara Guru dan Siswa di Sekolah. Gava Media.
  • Suprijanto, A. (2012). Komunikasi Pendidikan dan Penerapannya di Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta.
  • Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2021). Peran Komunikasi dalam Proses Pembelajaran di Sekolah. Diakses dari https://www.kemdikbud.go.id
  • Hargie, O. (2011). Skilled Interpersonal Communication: Research, Theory and Practice. Routledge.

Artikel Lainnya

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar