Info Sekolah
Senin, 23 Feb 2026
  • Pesantren Terpadu Al-Fattah Kuningan
  • Pesantren Terpadu Al-Fattah Kuningan
14 Februari 2026

Memotivasi Anak untuk Berpuasa dan Beribadah di Bulan Ramadhan

Sab, 14 Februari 2026 Dibaca 15x Edukasi

Oleh: H. Roland Gunawan, Lc., Mudir Madrasah Diniyah Lailiyah (MDL) Al-Fattah Kuningan



Bulan suci Ramadhan adalah kesempatan spiritual khusus untuk refleksi, ibadah, dan rasa syukur. Melibatkan anak-anak dalam semangat bulan yang penuh berkah ini dapat membuatnya lebih bermakna dan berarti bagi mereka.

Meskipun puasa mungkin menantang bagi anak-anak dan mungkin awalnya menyebabkan mereka kehilangan antusiasme terhadap Ramadhan, orangtua dapat mendorong mereka untuk berpartisipasi dengan menambahkan kreativitas, kemurahan hati, dan kehangatan tradisi keluarga pada pengalaman mereka. Ini dapat membantu anak-anak tumbuh mencintai bulan ini.


Kapan Anak-anak Harus Mulai Berpuasa Ramadhan?

Puasa membutuhkan pelatihan dan penyesuaian. Meskipun anak-anak kecil tidak diwajibkan untuk berpuasa selama Ramadhan, sebagian besar keluarga lebih memilih agar anak-anak mulai berpuasa sejak usia dini sehingga mereka terbiasa saat dewasa.

Namun, para orangtua harus mempertimbangkan dengan cermat siapa yang harus berpuasa, berapa lama, dan menilai kemampuan anak-anak mereka untuk berpuasa berdasarkan kesehatan, tingkat aktivitas, toleransi terhadap rasa lapar, dan kebiasaan makan mereka. Untuk menumbuhkan rasa kebersamaan, anak-anak harus dilibatkan dalam keputusan untuk berpuasa atau tidak.

Bagi seorang anak, “puasa latihan” yang lebih singkat atau puasa dari camilan tertentu yang disukai mungkin sama menantangnya, sekaligus mengembangkan kesabaran dan ketahanan yang diperlukan.

Dalam sebuah artikel di situs web National Children’s Center, dr. Umar Jabir menyatakan bahwa orangtua tidak seharusnya mengharapkan anak-anak kecil untuk berpuasa seharian penuh sejak awal. Ia menyarankan untuk membiarkan mereka berpuasa sebagian hari untuk membantu mereka beradaptasi. Anak-anak yang lebih besar dapat secara bertahap meningkatkan waktu puasa mereka, sehingga tubuh mereka dapat beradaptasi.

Dr. Jabir menguraikan beberapa pertimbangan untuk anak yang berpuasa, termasuk:

1 – Pentingnya makan sahur yang kaya serat, seperti biji-bijian utuh, kacang-kacangan, buah-buahan, dan sayuran, serta sumber protein yang baik seperti daging tanpa lemak, telur, dan produk susu.

2 – Mendorong anak-anak untuk menghindari makanan manis.

3 – Menghindari makanan asin dan olahraga intensitas tinggi, serta minum banyak cairan selama jam-jam di luar puasa.

4 – Menghindari makan berlebihan saat berbuka puasa, karena hal ini dapat menyebabkan gangguan pencernaan, kembung, dan ketidaknyamanan. Lebih baik bagi anak-anak untuk makan dalam porsi kecil dan lebih sering.


Saran untuk Memotivasi Anak-anak Berpuasa

Anak-anak mungkin kehilangan antusiasme terhadap Ramadhan karena mereka mengaitkannya dengan pantang makan dan minum. Orangtua dapat memotivasi mereka dengan melibatkan mereka dalam Ramadhan dengan cara-cara positif, menurut situs web Productive Muslim dan NesFoundation:

1 – Meningkatkan kesadaran akan pentingnya ramadhan: Penting bagi para orangtua untuk mulai mendidik anak-anak tentang Ramadhan sebelum bulan suci dimulai. Diskusi tentang Ramadhan tidak boleh terbatas pada orang dewasa yang berpuasa; diskusi tersebut harus menjadi kesempatan untuk memperkenalkan anak-anak pada maknanya, seperti kesalehan, solidaritas dengan kaum miskin, dan kesabaran. Para orangtua dapat menggunakan cerita Ramadhan untuk anak-anak yang menceritakan tentang bagaimana para nabi berpuasa atau kisah anak-anak yang berpuasa untuk pertama kalinya dan bagaimana mereka menantikan Ramadhan.

2 – Menghias rumah: Menciptakan suasana Ramadhan di rumah adalah salah satu cara terbaik untuk membuat anak-anak bersemangat menyambut bulan mulia ini. Para orangtua dapat mulai dengan menghias rumah dengan lampion Ramadhan, poster, dan dekorasi bertema Ramadhan lainnya. Mereka juga dapat membuat dekorasi bersama anak-anak menggunakan kertas dan cat untuk menghias rumah.

3 – Menyiapkan makanan bersama: Salah satu cara terbaik untuk membuat anak-anak merasa terhubung dengan Ramadhan adalah dengan melibatkan mereka dalam menyiapkan makanan berbuka puasa. Anak-anak dapat membantu menyiapkan meja buka puasa, baik dengan menata meja, menyiapkan hidangan sederhana, atau berpartisipasi dalam membuat makanan manis, seperti kue.

Orangtua juga dapat mendorong anak-anak untuk mengunjungi para tetangga dan menawarkan hidangan manis atau makanan khusus kepada mereka.

4 – Aktivitas Ramadhan: Aktivitas Ramadhan tidak terbatas pada shalat dan ibadah saja, tetapi kegiatan rekreasi untuk anak-anak dapat dimasukkan, seperti menyelenggarakan lomba mewarnai lampion. Kalender Ramadhan juga dapat disiapkan, yang mencakup tugas atau tujuan harian seperti membaca ayat-ayat al-Qur’an, membahas kisah para nabi dan sahabat.

5 – Fokus pada nilai-nilai: Gunakan Ramadhan untuk mengajarkan nilai-nilai seperti solidaritas dengan kaum miskin dan kedermawanan. Para orangtua dapat melibatkan anak-anak mereka dalam kegiatan amal seperti membagikan makanan kepada orang-orang yang membutuhkan atau menyumbangkan uang atau pakaian. Mereka juga dapat melibatkan anak-anak dalam “toples hadiah” di mana mereka mengumpulkan hadiah kecil untuk dibagikan kepada tetangga atau mengumpulkan sumbangan untuk diberikan kepada orang-orang yang membutuhkan.

6 – Dorong interaksi dengan al-Qur’an: Ramadhan dapat menjadi kesempatan ideal untuk memperkenalkan anak-anak kepada al-Qur’an dan mendorong mereka untuk membaca atau menghafal beberapa ayat sederhana. Para orangtua dapat meluangkan waktu setiap hari untuk membaca bersama anak-anak guna memperkuat hubungan mereka dengan al-Qur’an. Ini dapat dibuat menyenangkan dengan mengubahnya menjadi permainan atau kompetisi di antara anak-anak, dengan hadiah kecil diberikan untuk setiap pencapaian dalam menghafal atau membaca.

7 – Hadiah Ramadhan: Hadiah dapat menjadi alat yang efektif untuk memotivasi anak-anak agar mematuhi tradisi Ramadhan. Anak yang berpuasa selama beberapa jam atau membantu pekerjaan rumah tangga dapat diberi hadiah kecil atau diizinkan bermain lebih lama.[]



Referensi: dari berbagai sumber

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar