Info Sekolah
Minggu, 22 Feb 2026
  • Pesantren Terpadu Al-Fattah Kuningan
  • Pesantren Terpadu Al-Fattah Kuningan
17 Januari 2026

Apakah Anda Sudah Berhenti Membaca? Inilah Tips Bermanfaat untuk Membangkitkan Kembali Minat Anda Terhadap Buku

Sab, 17 Januari 2026 Dibaca 23x Edukasi

Oleh: H. Roland Gunawan, Lc., Mudir Madrasah Diniyah Lailiyah (MDL) Al-Fattah Kuningan



Banyak orang berhenti membaca karena berbagai alasan, tetapi tidak pernah terlambat untuk meninggalkan kebiasaan lama dan memulai kembali. 

Menenggelamkan diri dalam membaca buku yang bagus tidak hanya mengurangi stres tetapi juga meningkatkan kreativitas dan kenikmatan hidup.

Analisis terbaru dari data pemerintah AS menunjukkan penurunan tajam dalam persentase orang yang membaca untuk kesenangan, turun dari 28% pada tahun 2004 menjadi hanya 16% pada tahun 2023. Penurunan ini tidak terbatas pada buku cetak; tetapi juga mencakup majalah, e-book, dan buku audio.

Para ahli mengaitkan penurunan ini dengan tekanan bertahun-tahun membaca akademis yang dipaksakan, kurangnya waktu, atau preferensi untuk secara pasif menggulir media sosial.

Data tahun 2025 menunjukkan minat baca buku di Indonesia masih rendah dan memprihatinkan, dengan hanya sekitar 20,7% orang yang rutin membaca buku setiap hari. Data UNESCO menunjukkan minat baca sangat rendah, hanya 0,001%, atau 1 dari 1.000 orang, menempatkan Indonesia di peringkat rendah secara global. Faktor utamanya adalah tingginya penggunaan media sosial, minimnya akses buku, dan rendahnya motivasi. 

Program for International Student Assessment (PISA) 2022 menunjukkan skor literasi membaca Indonesia (359 poin) jauh tertinggal dibandingkan negara lain seperti Vietnam, Malaysia, dan Singapura. 

Hanya sekitar 28% sekolah di Indonesia yang memiliki perpustakaan layak, padahal idealnya setiap sekolah wajib memilikinya. 

Bagaimana Anda dapat memulai perjalanan kembali ke dunia buku tahun ini? Jika Anda ingin menjadikan membaca sebagai bagian dari tujuan Anda, berikut beberapa kiat praktis untuk menghidupkan kembali kebiasaan ini:


Pilih “Buku Pertama” Anda dengan Bijak

Para ahli menyarankan untuk menghindari buku nonfiksi yang padat atau novel yang melebihi 500 halaman pada awalnya. “Buku pertama Anda sebaiknya adalah sesuatu yang memberi Anda kegembiraan,” kata Jocelyn Louise, seorang insinyur perangkat lunak dan blogger buku.

Untuk menemukan buku favorit, Anda bisa:

  • Mendapatkan rekomendasi dari teman atau komunitas membaca.
  • Tanyakan pada diri sendiri: Film atau acara TV terakhir apa yang saya nikmati? Cari buku-buku dalam genre yang sama.
  • Gunakan aplikasi seperti NovelList, yang menyarankan buku-buku yang mirip dengan minat Anda.

Mulailah dengan Jadwal Membaca yang Singkat

Konsistensi lebih penting daripada kuantitas. Pakar dari Universitas California, Gloria Mark, merekomendasikan untuk menjadwalkan membaca ke dalam rutinitas harian Anda, meskipun hanya lima halaman selama istirahat makan siang atau tepat sebelum tidur.

Untuk mendapatkan hasil maksimal dari kebiasaan ini:

  • Hilangkan gangguan: Jauhkan ponsel dan komputer Anda dari pandangan saat membaca buku fisik.
  • Cobalah buku audio: Buku audio adalah pilihan yang bagus saat melakukan pekerjaan rumah tangga atau perjalanan di pagi hari.
  • Jadikan membaca sebagai aktivitas sosial: Bergabunglah dengan “klub membaca senyap”, yang semakin umum di kafe dan perpustakaan, di mana setiap orang membaca buku mereka sendiri dalam keheningan kolektif yang merangsang.

Jangan Membaca Terus-Menerus

Salah satu kesalahan terbesar yang membunuh gairah membaca adalah bersikeras menyelesaikan buku yang terasa “berat” atau membosankan. Jess Boone, seorang peneliti di University College London, mengatakan, “Membaca seharusnya tidak terasa seperti beban.” Jika sebuah buku tidak beresonansi dengan Anda, letakkan dan mulailah buku lain segera.


Carilah “Akhir yang Bahagia”

Jacqueline Ramir, direktur Perpustakaan Menomonie Falls, menegaskan bahwa rahasia keberlanjutan kebiasaan membacanya adalah memilih cerita yang berakhir dengan akhir yang bahagia dan menenangkan, terutama mengingat tekanan kehidupan modern.

Ia menambahkan, “Perasaan bahwa segala sesuatunya akan berakhir dengan baik di akhir cerita memberikan rasa tenang yang besar kepada pembacanya.”[]


Sumber: dari berbagai sumber

Artikel Lainnya

Oleh : muhammadiqbal2647@gmail.com

Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw

Oleh : Roland Gunawan

Hidayah Bersyarat

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar