Oleh: H. Roland Gunawan, Lc., Mudir Madrasah Diniyah Lailiyah (MDL) Al-Fattah Kuningan
Banyak orang berhenti membaca karena berbagai alasan, tetapi tidak pernah terlambat untuk meninggalkan kebiasaan lama dan memulai kembali.
Menenggelamkan diri dalam membaca buku yang bagus tidak hanya mengurangi stres tetapi juga meningkatkan kreativitas dan kenikmatan hidup.
Analisis terbaru dari data pemerintah AS menunjukkan penurunan tajam dalam persentase orang yang membaca untuk kesenangan, turun dari 28% pada tahun 2004 menjadi hanya 16% pada tahun 2023. Penurunan ini tidak terbatas pada buku cetak; tetapi juga mencakup majalah, e-book, dan buku audio.
Para ahli mengaitkan penurunan ini dengan tekanan bertahun-tahun membaca akademis yang dipaksakan, kurangnya waktu, atau preferensi untuk secara pasif menggulir media sosial.
Data tahun 2025 menunjukkan minat baca buku di Indonesia masih rendah dan memprihatinkan, dengan hanya sekitar 20,7% orang yang rutin membaca buku setiap hari. Data UNESCO menunjukkan minat baca sangat rendah, hanya 0,001%, atau 1 dari 1.000 orang, menempatkan Indonesia di peringkat rendah secara global. Faktor utamanya adalah tingginya penggunaan media sosial, minimnya akses buku, dan rendahnya motivasi.
Program for International Student Assessment (PISA) 2022 menunjukkan skor literasi membaca Indonesia (359 poin) jauh tertinggal dibandingkan negara lain seperti Vietnam, Malaysia, dan Singapura.
Hanya sekitar 28% sekolah di Indonesia yang memiliki perpustakaan layak, padahal idealnya setiap sekolah wajib memilikinya.
Bagaimana Anda dapat memulai perjalanan kembali ke dunia buku tahun ini? Jika Anda ingin menjadikan membaca sebagai bagian dari tujuan Anda, berikut beberapa kiat praktis untuk menghidupkan kembali kebiasaan ini:
Pilih “Buku Pertama” Anda dengan Bijak
Para ahli menyarankan untuk menghindari buku nonfiksi yang padat atau novel yang melebihi 500 halaman pada awalnya. “Buku pertama Anda sebaiknya adalah sesuatu yang memberi Anda kegembiraan,” kata Jocelyn Louise, seorang insinyur perangkat lunak dan blogger buku.
Untuk menemukan buku favorit, Anda bisa:
Mulailah dengan Jadwal Membaca yang Singkat
Konsistensi lebih penting daripada kuantitas. Pakar dari Universitas California, Gloria Mark, merekomendasikan untuk menjadwalkan membaca ke dalam rutinitas harian Anda, meskipun hanya lima halaman selama istirahat makan siang atau tepat sebelum tidur.
Untuk mendapatkan hasil maksimal dari kebiasaan ini:
Jangan Membaca Terus-Menerus
Salah satu kesalahan terbesar yang membunuh gairah membaca adalah bersikeras menyelesaikan buku yang terasa “berat” atau membosankan. Jess Boone, seorang peneliti di University College London, mengatakan, “Membaca seharusnya tidak terasa seperti beban.” Jika sebuah buku tidak beresonansi dengan Anda, letakkan dan mulailah buku lain segera.
Carilah “Akhir yang Bahagia”
Jacqueline Ramir, direktur Perpustakaan Menomonie Falls, menegaskan bahwa rahasia keberlanjutan kebiasaan membacanya adalah memilih cerita yang berakhir dengan akhir yang bahagia dan menenangkan, terutama mengingat tekanan kehidupan modern.
Ia menambahkan, “Perasaan bahwa segala sesuatunya akan berakhir dengan baik di akhir cerita memberikan rasa tenang yang besar kepada pembacanya.”[]
Sumber: dari berbagai sumber
Tinggalkan Komentar