Info Sekolah
Kamis, 26 Feb 2026
  • Pesantren Terpadu Al-Fattah Kuningan
  • Pesantren Terpadu Al-Fattah Kuningan
26 Oktober 2025

AI, Oksigen yang Menjaga Perekonomian Tetap Hidup dalam Jangka Pendek

Ming, 26 Oktober 2025 Dibaca 59x Liputan Media

aljazeera.net – Analisis Bloomberg menunjukkan bahwa meskipun angka investasi AI (Artificial Intelligence) di seluruh dunia mengesankan, para analis yakin bahwa lonjakan ini menyamarkan dan menutupi perlambatan yang mengkhawatirkan dalam investasi riil dan produktif.

Laporan tersebut menunjukkan bahwa sektor AI menghabiskan sebagian besar sumber daya keuangan, energi, dan tenaga kerja di negara-negara ekonomi utama, yang menyebabkan penurunan nyata di sektor manufaktur dan konstruksi tradisional.

John Engle, CEO Wesco International, mengatakan bahwa AI sedang menyedot oksigen di seluruh ruang ekonomi. Perusahaan yang tidak dapat bersaing dalam teknologi ini akan kehilangan peluang pertumbuhan dan tetap berada di pinggir lapangan.


Aliran Masif Investasi dan Kerapuhan Ekonomi
Bloomberg Economics memperkirakan bahwa belanja global untuk infrastruktur AI akan mencapai sekitar $4 triliun pada tahun 2030, tetapi kemurahan hati finansial ini menutupi kelemahan dalam investasi industri dan produktif tradisional.

Laporan tersebut menyatakan bahwa sektor manufaktur AS belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan dari resesi berkepanjangan, sementara keyakinan konsumen telah menurun ke tingkat yang serupa dengan yang terlihat selama Krisis Keuangan Global. Data ketenagakerjaan menunjukkan bahwa pertumbuhan upah dan lapangan kerja terbatas pada bidang-bidang yang berkaitan langsung dengan kecerdasan buatan dan infrastruktur digital.

Ekonom Rebecca Patterson, mantan ahli strategi senior di Bridgewater Associates, menjelaskan bahwa tanpa AI, ekonomi AS sekarang akan berada dalam resesi ringan atau pertumbuhan mendekati nol, menekankan bahwa ledakan teknologi saat ini menutupi lemahnya investasi secara keseluruhan di sektor-sektor produktif.


Perusahaan-perusahaan Besar Mendorong Pertumbuhan Industri Ilusif
Menurut Bloomberg Economics, kontribusi AI terhadap PDB AS dapat meningkat hingga 1,5 poin persentase tahun depan, dengan perusahaan-perusahaan seperti Google, Amazon, Meta, dan Microsoft berinvestasi antara $400 miliar dan $600 miliar per tahun di pusat data dan teknologi komputasi canggih.

Namun, ekspansi ini tidak serta merta menjamin kemakmuran ekonomi yang seimbang, karena ledakan tersebut terkonsentrasi pada sejumlah kecil perusahaan raksasa yang mengendalikan sebagian besar pendanaan dan talenta. Monopoli teknologi ini, menurut para analis, memperkuat kerapuhan pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan konsentrasi kekayaan di tangan segelintir perusahaan dan investor.

Laporan tersebut menyimpulkan bahwa AI telah menjadi oksigen yang menjaga perekonomian tetap hidup dalam jangka pendek, tetapi justru menghambat diversifikasi investasi dalam jangka panjang, yang dapat membuat negara-negara maju lebih rentan terhadap fluktuasi mendadak ketika gelombang AI saat ini mulai melambat.[RG]


Sumber: https://www.aljazeera.net/ebusiness/2025/10/25/%D8%A7%D9%84%D8%B0%D9%83%D8%A7%D8%A1-%D8%A7%D9%84%D8%A7%D8%B5%D8%B7%D9%86%D8%A7%D8%B9%D9%8A-%D9%86%D9%85%D9%88-%D8%B1%D9%83%D9%88%D8%AF-%D8%A7%D8%B3%D8%AA%D8%AB%D9%85%D8%A7%D8%B1

Artikel Lainnya

Oleh : Roland Gunawan

Toleransi Islam

Oleh : Roland Gunawan

Melanjutkan Studi di Jepang

Oleh : Roland Gunawan

Berpuasa 21 Jam Sehari

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar