KUNINGAN – Tradisi peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw. di kalangan masyarakat Muslim tidak hanya dimaknai sebagai momen spiritual, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi dan kompetisi positif. Berbagai lembaga, mulai dari masjid, sekolah Islam, instansi pemerintah, hingga organisasi kemasyarakatan, kerap menggelar perlombaan keagamaan untuk memeriahkan hari kelahiran Baginda Nabi.
Salah satu acara yang menyita perhatian adalah perlombaan Musabaqah Hifzhil Qur’an (MHQ) dan Lomba Adzan yang diselenggarakan oleh Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Jami’ Dian Rokhmat pada Jumat, 10 September 2026. Ajang ini diikuti oleh ratusan siswa dan pelajar SD/MI se-Kabupaten Kuningan, menciptakan suasana kompetisi yang ketat namun penuh nuansa ukhuwah Islamiyah.
Dalam kompetisi bergengsi tersebut, santri-santri dari Islamic Boarding School (IBS) Al-Fattah Kuningan kembali membuktikan kualitasnya. Berbekal program Tahfizh yang dijalankan dengan sistem terstruktur dan disiplin tinggi, dua santri IBS Al-Fattah berhasil menyabet gelar juara di kategori masing-masing.
Hilma Saidatun Nafisah berhasil meraih Juara 3 Lomba MHQ, sementara M. Azhar Zahid Hamizan sukses membawa pulang piala sebagai Juara 3 Lomba Adzan. Prestasi ini menambah deretan pencapaian para santri Al-Fattah dalam berbagai even keagamaan di tingkat lokal maupun regional.

Ust. Fikri Ahmad Baihaqi, S.Q., Koordinator Tahfizh di Islamic Boarding School (IBS) Al-Fattah Kuningan, mengungkapkan kebanggaannya atas capaian para santri. Ia juga menyoroti keunikan model pendidikan di lembaganya dibandingkan pesantren lain di wilayah tersebut.
“Islamic Boarding School (IBS) Al-Fattah Kuningan adalah satu-satunya pesantren anak di Kuningan. Pembinaan anak di pesantren kami mulai sejak dini, sejak mereka masih di bangku SD/MI. Umumnya di masyarakat, anak-anak masuk pesantren biasanya ketika mereka memasuki jenjang pendidikan SMP/MTs. Di Al-Fattah, kami memulainya sejak SD, dan mereka langsung mengikuti program Tahfizh atau menghafal al-Qur’an dengan sistem pendidikan pesantren yang khas,” jelas Ust. Fikri.
Menurut Ust. Fikri, pendekatan dini ini bertujuan untuk membentuk karakter dan hafalan al-Qur’an yang kuat sejak masa emas pertumbuhan anak. Santri-santri di IBS Al-Fattah dididik, dibina, dan dibimbing secara intensif untuk menjadi santri unggulan yang tidak hanya hafal al-Qur’an, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan kesiapan mental.
“Keikutsertaan mereka di ajang lomba-lomba lokal seperti ini merupakan langkah awal dan batu loncatan bagi mereka untuk mencapai prestasi di tingkat nasional dan global di masa-masa mendatang. Kami ingin mencetak generasi penghafal al-Qur’an yang siap bersaing di kancah yang lebih luas,” pungkasnya.
Dengan raihan ganda juara ini, IBS Al-Fattah Kuningan semakin mengukuhkan komitmennya dalam melahirkan generasi Qur’ani yang berprestasi dan berakhlak mulia, sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam syiar Islam melalui tradisi perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw.[FAB]
Tinggalkan Komentar