KUNINGAN – Minggu, 21 Juni 2026, lapangan Masjid Al-Azhar Pesantren Terpadu Al-Fattah Kuningan sangat semarak dan penuh keharuan. Sebanyak 32 santri Kelas Akhir SDIT Al-Fattah Kuningan resmi diwisuda dan dilepas dalam acara bertajuk “Harmony in Diversity” (Harmoni dalam Keberagaman). Acara ini menjadi bukti nyata bahwa perbedaan latar belakang, bakat, dan karakter justru menjadi kekuatan yang menyatukan seluruh warga sekolah.
Hadir dalam kesempatan ini sejumlah tokoh penting, antara lain Dewan Pengasuh Pesantren Terpadu Al-Fattah Kuningan, para asatidz dan asatidzah, alim ulama, tokoh masyarakat sekitar, serta pejabat dari lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuningan. Kehadiran mereka menambah semangat dan doa restu bagi para santri yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Acara dibuka dengan penampilan nasyid yang merdu dibawakan oleh kelompok santri, diikuti pembacaan ayat suci al-Qur’an yang menyejukkan hati. Suasana semakin khidmat saat seluruh hadirin berdiri tegak menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Al-Fattah dengan penuh semangat.
Ketua Panitia, Usth. Yesti Puspitasari, S.Sy., M.E., dalam laporannya menyampaikan bahwa seluruh rangkaian acara telah disusun dengan penuh kerja sama dan keterbukaan, mencerminkan tema keberagaman yang diusung.

Kepala SDIT Al-Fattah Kuningan, Ust. Masyhudi, S.Pd., memberikan sambutan yang menyentuh hati: “Anak-anakku sekalian, hari ini kalian lulus bukan hanya sebagai siswa yang pandai membaca dan berhitungi, tetapi sebagai generasi yang menghargai perbedaan. ‘Harmoni dalam Keberagaman’ bukan sekadar tema, melainkan bekal hidup agar kalian bisa tumbuh menjadi pribadi yang toleran, saling menghormati, dan mampu bersatu meski berbeda pandangan. Teruslah belajar, bawa nama baik sekolah, dan jadilah cahaya di mana pun kalian berada.”

Acara dilanjutkan dengan penampilan Syarhil Qur’an oleh beberapa santri yang dipandu oleh Ust. Yusuf yang memberikan penjelasan mendalam tentang makna ayat-ayat Al-Qur’an yang mengajarkan persatuan dan kasih sayang. Kemudian, Koordinator Wilayah (Korwil) Garawangi, Bapak Suhari, M.Pd., berpesan: “Keberagaman adalah anugerah. Di sekolah ini kalian telah belajar bahwa perbedaan tidak boleh menjadi pemisah, melainkan jembatan untuk saling melengkapi. Jadilah duta perdamaian dan persatuan di tengah masyarakat yang semakin beragam.”

Direktur Al-Fattah Institute, Dr. K.H. Aik Iksan Anshori, Lc., MA.Hum., juga memberikan pesan, bahwa pendidikan di Al-Fattah tidak hanya bertujuan mencetak santri yang cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara iman dan akhlak. “Bawa nilai-nilai kebaikan dan semangat persatuan ini ke jenjang pendidikan selanjutnya. Jadilah generasi yang mampu menjaga kerukunan dan menjadi teladan bagi lingkungan sekitar,” pesannya.
Kiai Aik menambahkan, mengutip pandangan Syaikh Rifa’ah Rafi’ al-Thahthawi, tokoh pembaharu Mesir, bahwa tujuan pendidikan bukan semata untuk mendapatkan ijazah dan sertifikat (syahadah), tetapi untuk menumbuhkan pikiran dan akhlak yang sehat, serta membekali siswa dengan pengetahuan.
Momen puncak acara terasa haru saat dilangsungkan Prosesi Wisuda dan Pelepasan Kelas Akhir. Para santri berjalan melewati barisan guru dan orangtua sebagai simbol perpisahan sekaligus awal perjalanan baru. Sebagai tanda terima kasih, mereka menyerahkan cendramata kenang-kenangan kepada sekolah.

Perwakilan wali santri, Bapak Bintang, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam: “Kami sangat berterima kasih kepada seluruh guru dan pengasuh yang telah mendidik, membimbing, dan mencurahkan kasih sayang selama enam tahun ini. Anak-anak kami tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik, berakhlak mulia, dan menghargai sesama. Kami berharap nilai-nilai yang ditanamkan di sini terus melekat seumur hidup mereka.”

Nasihat penuh makna disampaikan oleh Pimpinan Majelis Dzikir dan Pikir Al-Fattah, Kiai Moh. Hidayat, Lc., S.Th.I., yang menekankan pentingnya menjaga iman, ilmu, dan persatuan. Ia berpesan agar para santri tidak melupakan jasa orangtua dan guru, serta senantiasa berbuat baik kepada siapa saja tanpa membedakan latar belakang.

Acara semakin meriah dengan Grand Opening berupa penampilan formasi Semaphore yang disusun rapi dan indah. Dilanjutkan dengan penampilan kreatif dari berbagai tingkatan kelas: tarian tradisional dan modern dari santri Kelas 4 Putri, pertunjukan musik dan lagu dari Kelas 1A, drama edukatif dari Kelas 2, serta pembacaan cerita inspiratif dari Kelas 5. Sebagai penutup sesi seni, Kepala SDIT Al-Fattah membacakan puisi karya sendiri yang berisi nasihat, harapan, dan doa untuk para santri yang akan meninggalkan sekolah.
Sebelum ditutup, panitia mengumumkan nama-nama Santri Terbaik dan Berprestasi yang telah menunjukkan dedikasi tinggi dalam bidang akademik, non-akademik, dan akhlak. Mereka menerima piagam penghargaan dan hadiah sebagai bentuk apresiasi.

Acara diakhiri dengan doa bersama dan penutup, dilanjutkan dengan pembagian rapor dan buku kenangan kepada seluruh santri kelas akhir. Suasana haru dan bahagia terasa menyelimuti lapangan, menjadi kenangan manis yang tak terlupakan bagi seluruh warga SDIT Al-Fattah Kuningan.[RG]
Tinggalkan Komentar