Info Sekolah
Kamis, 26 Feb 2026
  • Pesantren Terpadu Al-Fattah Kuningan
  • Pesantren Terpadu Al-Fattah Kuningan
18 Oktober 2025

7 Dosa Besar Siswa dalam Belajar Matematika [dan Cara Menghindarinya!]

Sab, 18 Oktober 2025 Dibaca 40x Edukasi

Oleh: Usth. Susi Susilawati, M.Pd., Wakil Kepala SDIT Al-Fattah Bidang Kurikulum


Pelajaran matematika sering dianggap “menakutkan”. Padahal sebenarnya yang membuat sulit bukanlah materinya, tetapi kebiasaan belajar yang salah. Nah, berikut ini adalah 7 dosa besar siswa dalam belajar matematika yang sering terjadi, lengkap dengan contoh dan cara memperbaikinya!


1. Menghafal Rumus, Bukan Memahami Konsep

Banyak siswa merasa aman kalau sudah hafal rumus. Padahal, hafalan tanpa paham konsep ibarat punya kunci tapi tidak tahu pintu mana yang harus dibuka.

Contoh: Siswa hafal rumus luas segitiga (1/2 × alas × tinggi) tapi tidak tahu kenapa rumus itu bisa muncul. Saat bentuk segitiganya berubah, langsung bingung.

Solusi: Coba pahami asal-usul rumus. Misalnya, luas segitiga berasal dari setengah luas persegi panjang yang dibagi dua. Dengan begitu, meski soalnya berbeda bentuk, kita tetap bisa berpikir logis.


2. Malas Latihan Soal

Matematika itu seperti olahraga otak. Kalau tidak dilatih, kemampuan berhitung dan logika akan tumpul.

Contoh: Siswa hanya belajar teori tanpa latihan. Akhirnya saat ujian, ia paham langkah-langkahnya di kepala, tapi tidak bisa menerapkannya di kertas.

Solusi: Luangkan waktu minimal 15–30 menit sehari untuk latihan soal. Mulai dari yang mudah, baru tingkatkan ke yang lebih sulit. Ingat, bukan banyaknya latihan yang penting, tapi konsistensinya!


3. Mengadopsi Mindset ‘Aku Nggak Bakat Matematika’

Ini dosa paling berbahaya karena mematikan semangat belajar bahkan sebelum mencoba.

Contoh: Begitu salah menjawab soal, langsung bilang: “Lihat kan, aku memang nggak bisa matematika!” Padahal, semua orang bisa asal mau berproses.

Solusi: Ubah cara berpikir menjadi growth mindset: “Aku belum bisa, tapi aku sedang belajar.” Setiap ahli matematika dulunya juga pernah bingung dengan soal sederhana.


4. Malu dan Takut Bertanya

Banyak siswa diam karena takut dianggap bodoh. Padahal, justru yang tidak bertanya itulah yang rugi.

Contoh: Di kelas, guru menjelaskan konsep pecahan campuran. Ada yang tidak paham, tapi hanya mengangguk. Akibatnya, saat ulangan, bingung sendiri.

Solusi: Tidak ada pertanyaan bodoh. Guru akan senang jika kamu aktif bertanya. Bertanya artinya kamu peduli dengan pemahamanmu sendiri.


5. Mengabaikan Fondasi Dasar

Matematika itu seperti bangunan. Kalau pondasinya rapuh (misalnya, konsep perkalian dan pembagian belum kuat), bangunan berikutnya mudah roboh.

Contoh: Siswa yang belum lancar perkalian akan kesulitan saat belajar pecahan, persentase, atau aljabar.

Solusi: Kalau merasa lemah di dasar, jangan malu untuk mengulang. Belajar kembali operasi dasar, nilai tempat, dan konsep bilangan akan membuat langkahmu lebih mantap di bab-bab berikutnya.


6. Tidak Teliti dan Ceroboh

Kesalahan kecil bisa fatal dalam matematika. Salah tulis tanda “+” jadi “–” saja bisa mengubah hasil total.

Contoh: Soal: 12 × (3 + 2) = ? Siswa ceroboh menghitung 12 × 3 + 2 = 38, padahal seharusnya 12 × 5 = 60.

Solusi: Biasakan memeriksa kembali hasil kerja. Tuliskan langkah-langkah dengan rapi dan beri waktu 5 menit di akhir untuk mengecek ulang jawaban.


7. Fokus pada Jawaban Akhir, Mengabaikan Proses

Banyak siswa tergoda untuk langsung mencari hasil akhir, padahal yang dinilai bukan hanya hasil, tapi juga cara berpikirnya.

Contoh: Siswa mencontek jawaban teman tanpa tahu langkahnya. Saat soal sedikit diubah, langsung tidak bisa.

Solusi: Nikmati proses berpikirnya. Matematika bukan tentang siapa yang paling cepat, tapi siapa yang paling paham. Proses yang benar akan otomatis menghasilkan jawaban yang tepat.


Kesimpulan

Matematika sebenarnya bukan musuh, melainkan teman berpikir logis. Jika kamu bisa menghindari 7 dosa besar di atas memahami konsep, rajin berlatih, percaya diri, berani bertanya, kuat di dasar, teliti, dan menghargai proses maka matematika akan terasa lebih mudah dan menyenangkan.[]

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar