Info Sekolah
Senin, 23 Feb 2026
  • Pesantren Terpadu Al-Fattah Kuningan
  • Pesantren Terpadu Al-Fattah Kuningan
23 Oktober 2025

6 Skenario Rencana Pengerahan Pasukan Internasional ke Gaza Pasca Perang

Kam, 23 Oktober 2025 Dibaca 112x Berita Internasional

aljazeera.net – Terdapat beberapa opsi untuk masa depan Jalur Gaza, seiring memasuki fase kedua rencana Presiden AS Donald Trump, yang menyerukan pembentukan pasukan keamanan internasional yang akan ditempatkan di Jalur Gaza.

Diskusi internasional telah menghasilkan beberapa skenario mengenai sifat pasukan internasional yang akan memantau situasi di Gaza pasca perang.

Pusat Studi Strategis Internasional, Reuters, dan situs web Amerika dan Israel telah mengembangkan enam skenario yang menguraikan fitur fase berikutnya dan sifat misi pasukan internasional ini.

Skenario pertama: Kehadiran komando polisi sipil internasional dan ruang koordinasi yang terdiri dari PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa), Uni Eropa, dan pemerintah sementara Palestina, dengan partisipasi Israel dan Mesir di perbatasan.

Skenario kedua: Otoritas Palestina atau pemerintah sementara Palestina akan diberdayakan kembali di kemudian hari untuk mengamankan aspek operasional administrasi sipil dan keamanan Gaza, secara bertahap membangun kembali layanan kepolisian dan pertahanan sipil dengan dukungan internasional.

Skenario ketiga (gabungan dari dua skenario sebelumnya): Kehadiran pasukan polisi lokal Palestina yang beroperasi secara internal, didukung oleh penasihat internasional, tim internasional khusus untuk memantau penyeberangan, dan pengawasan internasional untuk keamanan dan kinerja layanan.

Skenario Empat: Menekan kendali Israel, baik langsung maupun tidak langsung, yang berkelanjutan atas pemerintahan sipil lokal.

Skenario Kelima: Mengusulkan misi penjaga perdamaian PBB yang diamanatkan oleh Dewan Keamanan untuk menjaga stabilitas, melindungi warga sipil, memantau penarikan pasukan, dan melatih polisi Palestina.

Skenario keenam: Menerapkan gagasan yang diusulkan untuk membentuk otoritas transisi internasional bagi Gaza, termasuk yang disebut “GITA”, yang mencakup sayap keamanan bernama Pasukan Stabilisasi Internasional.

Sebuah laporan di surat kabar Inggris The Guardian mencatat bahwa Amerika Serikat, bersama dengan negara-negara Eropa dan Arab lainnya, mendukung pemberian perlindungan kepada pasukan ini (GITA) dari Dewan Keamanan, melalui rancangan resolusi internasional yang memberikan “kekuasaan signifikan di Gaza” kepada pasukan tersebut.

Mengenai kewenangan ini, GITA terdiri atas satuan-satuan militer dan kepolisian dari negara-negara penyumbang yang sebelumnya memiliki pengalaman dalam pemeliharaan perdamaian.

Pasukan ini juga didukung oleh Kantor Penghubung PBB dan tim dukungan teknis dari Amerika Serikat dan Uni Eropa. Tugasnya meliputi penerapan pengaturan gencatan senjata dan pemantauan pelanggaran, serta pengamanan titik-titik penyeberangan utama, perbatasan, dan pelabuhan laut.

GITA juga bertugas melindungi operasi kemanusiaan dan wilayah rekonstruksi, selain melaksanakan misi stabilisasi dan kontra pemberontakan berisiko tinggi bila diperlukan.

Menurut skenario yang diuraikan dalam laporan The Guardian, sistem koordinasi sipil-militer seharusnya dibentuk dengan Polisi Sipil Palestina dan para pegiat kemanusiaan, dan pengerahan pasukan ini diharapkan akan bertahap.

Mengenai situasi terkini di Gaza, pasukan lokal dari kota-kota di Gaza diorganisasikan sesuai dengan situasi terkini berdasarkan Undang-Undang Otoritas Lokal tahun 1997.

Pasukan lokal ini, berdasarkan undang-undang, bertanggung jawab atas tugas-tugas komprehensif seperti jaringan air dan pembuangan limbah, pengumpulan sampah, serta perencanaan wilayah, jalan, dan penerangan.

Sementara itu, polisi dan pasukan keamanan dari Pasukan Keamanan Dalam Negeri bertanggung jawab atas lalu lintas dan pengendalian senjata ilegal.

Sejumlah kementerian tetap beroperasi pascaperang, terutama Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Perdagangan.

Skenario-skenario ini masih menghadapi tantangan nyata hingga dikristalisasi oleh hasil perundingan internasional, yang akan mengkaji semua kemungkinan dan, pada gilirannya, membentuk realitas baru di Gaza dalam fase pasca perang dan rekonstruksi.[]


Sumber: https://www.aljazeera.net/news/2025/10/22/%d9%85%d8%a7-%d8%b3%d9%8a%d9%86%d8%a7%d8%b1%d9%8a%d9%88%d9%87%d8%a7%d8%aa-%d8%a7%d9%84%d9%82%d9%88%d9%89-%d8%a7%d9%84%d8%af%d9%88%d9%84%d9%8a%d8%a9-%d8%a7%d9%84%d8%aa%d9%8a

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar